Teknik dan Terapi Mandiri Cukup Efektif sebagai Obat Nyeri Wajah

JAKARTA — Kala nyeri wajah menyerang tindakan paling tepat adalah memeriksakan diri ke dokter. Bukan sekadar mengetahui sumber nyerinya, sekaligus juga untuk mencari tindakan paling tepat sebagai solusi obat nyeri wajah.

Misalnya dengan radiofrekuensi ablasi untuk trigeminal neuralgia di Klinik Arfa yang hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja untuk tindakan.

Setelah itu biasanya pasien dianjurkan untuk melakukan latihan atau pemijatan wajah mandiri saat sudah kembali ke rumah.

Pemijatan memang hanya salah satu hal dari berbagai terapi mandiri. Pasien nyeri wajah bisa juga melakukan latihan seperti membuka dan menutup rahang. Kompres hangat, dan beryoga untuk meredakan depresi yang bisa memicu rasa nyeri.

Sebuah penelitian pada sejumlah wanita yang mengalami nyeri otot wajah — baik dengan atau tanpa fibromyalgia — melaporkan bahwa latihan rehabilitasi mandiri, berhasil meringankan nyeri. Mereka lebih baik dari terapi lain seperti penggunaan alat bantu di mulut (mouth guard, splints). Latihan tersebut mencakup membuka dan menutup rahang, kompres hangat, yoga, dan meditasi.

Gangguan temporomandibular (TMDs), juga dikenal sebagai gangguan sendi temporomandibular, adalah sekelompok kondisi yang heterogen yang dapat menyebabkan nyeri pada sendi rahang dan pada otot yang mengontrol pergerakan rahang. Jenis myofascial, berkaitan dengan otot, adalah subtipe yang paling umum, sebagai obat nyeri wajah.

Menurut penelitian, lebih dari 10 persen dari wanita yang mengeluhkan nyeri kronik mengidap TMD myofascial. Dan lebih dari 75 persen dari pasien fibromyalgia melaporkan nyeri seperti myofacial TMD. Obat nyeri Wajah.

Pasien sering kali mengeluhkan kondisinya dan berkonsultasi dengan dokter gigi untuk nyeri TMD mereka. Panduan diagnostik menyebutkan menangani nyeri di kepala dan rahang juga di seluruh tubuh. “Namun dokter biasanya tidak menangangi nyeri yang menyebar ini,” kata para peneliti.

Penelitian Obat Nyeri Wajah

Penanganan TMD tradisional termasuk penggunaan alat oral, yang biasanya dipasang di wajah. Namun jika pasien mengalami nyeri di bagian tubuh lain penggunaan splints atau mouth guard tidak terlalu efektif dalam mengatasi semua nyeri.

“Peralatan oral adalah pengobatan lini pertama umum untuk TMD, meskipun hasil penelitian beragam mengenai manfaatnya. Bahkan ketika belat oral telah ditemukan memiliki beberapa manfaat, mereka belum terbukti efektif untuk pasien yang juga memiliki rasa sakit yang luas dalam pengobatan gangguan temporomandibular myofascial (mTMD),” kata Vivian Santiago, PhD, MPH, asisten ilmuwan peneliti di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas New York (NYU) dan penulis pertama studi tersebut.

Meski apakah penanganan nyeri wajah menguntungkan pasien dengan TMD dan fibromyalgia di tingkat yang sama dengan TMD saja, tanpa nyeri yang menyebar belum jelas.

Para peneliti mengikutsertakan 125 wanita berusia 19-78 tahun dengan TMD, dengan 25 orang di antaranya juga mengidap fibromyalgia.

Tim mengobservas 53 orang yang mengeluhkan rasa nyeri yang menyebar dengan 72 di antaranya hanya mengidap TMD saja tanpa fibromyalgia atau nyeri yang menyebar dalam penelitian tersebut.

Partisipan diperiksa dan ditanya tentang riwayat pengobatan mereka. Juga opini pribadi mereka tentang dampak latihan mandiri itu pada rasa nyeri mereka.

Dalam penelitian tersebut sekitar 59 persen (74 wanita) menggunakan alat bantu oral, 54 persen (68 orang) melakukan terapi fisik, dan 35 persen (44 wanita) melakukan latihan menggerakkan rahang di rumah.

Sebagian besar pasien yang melakukan terapi fisik mengungkapkan terapi tersebut bisa membantu mereka mengurangi rasa nyeri. Pada mereka yang mengalami TMD sekaligus fibromyalgia, dilaporkan kondisi nyeri juga lebih membaik dengan terapi ini.

Obat Nyeri Wajah Mandiri

Dalam penelitian tersebut 72 pasien mengatakan bisa mendapatkan keuntungan dari penggunaan alat bantu oral untuk mengurangi nyeri. Sekitar 68 persen menyebut alat tersebut hanya sedikit saja membantu mereka. Sementara 11 persen dari mereka yang diteliti mengatakan alat bantu nyeri oral malah membuat nyeri mereka semakin sakit.

Meski tak ada angka statistik yang signifikan, para peneliti menyebut penggunaan alat bantu oral tidak lebih baik dari pada terapi mandiri sebagai manajemen nyeri.

“Alat bantu oral tidak mengungguli teknik manajemen nyeri mandiri dalam mengatasi nyeri wajah,” kata Karen Raphael, profesor di NYU College of Dentistry dan salah satu penulis peneltian.

“Hasil penelitian kami menyimpulkan terapi mandiri adalah tindakan awal yang bisa dilakukan pada TMD sebelum mempertimbangkan untuk tindakan yang lebih mahal.”

Secara keseluruhan, 84 persen dari wanita pasien nyeri wajah terapi mandiri membantu mereka. Terapi mandiri termasuk latihan membuka tutup rahang, kompres hangat, olahraga atau yoga, meditasi dan latihan vokal.

“Saat fibromialgia didiagnosis oleh dokter, biasanya seorang ahli rheumatolog, TMD biasanya ditangani oleh ahli gigi,” kata Santiago.

“Penelitian kami menyarankan agar ahli gigi yang menemukan pasien dengan keluhan nyeri wajah, harus menanyakan apakah nyeri tersebut terasa menyebar. Hal ini saja bisa memberikan informasi tambahan untuk membuat perencanaan tindakan yang lebih tepat.”

Penelitian ini didanai oleh The National Institutes of Health’s National Institute of Dental and Craniofacial Research. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jl. Warung Jati Barat No. 34, RT007/005, Kalibata, Jakarta 12760

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

Book Online

Appointment Now