Sakit Kepala, Kenali dan Dapatkan Solusi yang Tepat

JAKARTA — Ada jenis-jenis sakit kepala dengan penyebab dan gejala yang berbeda-beda. Sering membuat prihatin dan khawatir karena secara khusus menandakan ada masalah dengan kepala dan otak kita. Yang paling baik adalah dengan mengetahui jenisnya untuk kemudian bisa ditangani dengan cara paling tepat oleh dokter.

Sakit kepala atau headache adalah keluhan yang paling sering diungkapkan. Menurut World Health Organization sebagian besar orang mengeluhkan sakit kepala dari waktu ke waktu.

Ada headache yang menusuk dan sangat menganggu, namun sebagian besar bisa ditangani dengan obat sakit kepala sederhana lalu hilang sendiri dalam hitungan jam. Serangan berulang tentu bisa terjadi, pada jenis headache ini bisa jadi merupakan tanda dari sesuatu yang lebih serius.

International Classification of Headache Disorders (ICHD) lembaga yang banyak meneliti tentang sakit kepala menyebut sedikitnya ada 150 jenis sakit kepala. Tapi secara garis besar dibagi ke dalam dua kelompok utama yakni sakit kepala primer dan sekunder.

SAKIT KEPALA PRIMER

Ini adalah jenis headache yang tidak disebabkan oleh kondisi lain, headache adalah masalah itu sendiri. Masuk dalam kelompok ini adalah headache migrain dan tension

1. Migrain

Migrain masuk dalam kelompok headache primer dan sering kali dibarengi dengan keluhan gangguan penglihatan. Orang yang terserang migrain secara khusus akan merasakan keluhan di salah satu bagian kepala yang sangat intens.

Pengidap migrain biasanya sangat sensitif terhada cahaya, suara dan bau. Mual dan muntah biasa juga menyertai keluhan ini. Satu dari tiga pengidap mungkin mengalami aura saat munculnya migrain. Ada gangguan visual dan sensori, yang berlangsung selama 5-60 menit yang termasuk :
– Melihat garis zigzag, sinar yang berkedip atau bintik-bintik cahaya.
– Kehilangan sebagian dari penglihatan.
– Rasa kebas.
– Rasa tertusuk yang disebut pins dan needles.
– Otot melemah.
– Kesulitan berbicara.

Waspadai gejala aura ini karena juga bisa mengindikasikan stroke dan meningitis. Siapapun yang merasakan ini untuk pertama kali harus menemui dokter sesegera mungkin. Migrain sangat mungkin terulang lagi, dan tiap serangan bisa berlangsung sampai 3 hari. Untuk beberapa kasus, ini adalah kondisi yang berlangsung sepanjang usia.

Migrain bisa muncul pada dewasa atau anak-anak, dan tiga kali lebih sering muncul pada wanita dibanding pria. Frekuensi serangan, bisa antara beberapa kali dalam sepekan hingga sekali dalam setahun.

Penyebab migrain sampai sekarang belum benar-benar dipahami,namun kadang menurun dalam keluarga. Migrian juga sering muncul pada mereka yang sebelumnya punya masalah kesehatan seperti depresi dan epilepsi.

Pemicu migrain di antaranya :
– Stres dan kecemasan
– Kurang tidur
– Perubahan hormonal
– Melewati saat makan
– Dehidrasi
– Efek sejumlah makanan dan obat-obatan.
– Sinar terang dan suara yang keras.

Saat ini obat-obatan yang dijual bebas seperti ibuprofen dan aspirin, bisa meringankan headache, meredakan sakit dan memperpendek durasi nyerinya. Dokter bisa meresepkan juga obat anti mual dan muntah. Selain dengan obat-obatan, penderita bisa membantu dengan :
– Beristirahat di tempat yang gelap dan tenang.
– Mengompres bagian yang diserang migrain dengan es atau kain yang direndam air dingin.
– Banyak minum air.

2. Sakit kepala jenis tension atau ketegangan.

Headache karena tegang sangat umum, dan kebanyakan orang akan mengalaminya sesekali. Mereka hadir sebagai rasa sakit yang tumpul dan konstan yang terasa di kedua sisi kepala. Gejala lain dapat termasuk:
– Rasa lunak di wajah, kepala, leher, dan bahu
– Rasa tertekan di belakang mata
– Sensitivitas terhadap cahaya dan suara

Sakit kepala ini biasanya berlangsung dari 30 menit hingga beberapa jam. Tingkat keparahan dapat bervariasi, tetapi jarang mencegah aktivitas normal. Penyebab headache tegang tidak jelas, tetapi stres, kecemasan, dan depresi adalah pemicu umum. Pemicu potensial lainnya termasuk:
-Dehidrasi
-Suara yang besar
-Kurang berolahraga dan tidur
-Postur tubuh yang buruk
-Melewatkan makan
-Ketegangan mata

Obat penghilang rasa sakit OTC, seperti ibuprofen, acetaminophen, dan aspirin biasanya sangat efektif dalam menghentikan atau mengurangi rasa sakit. Orang yang mengalami headache lebih dari 15 hari per bulan selama 90 hari harus mengunjungi dokter.

SAKIT KEPALA SEKUNDER

1. Cluster headaches

Sakit kepala cluster dapat menyebabkan sensasi terbakar yang menyakitkan di belakang mata. Headache cluster adalah headache parah dan berulang yang enam kali lebih mungkin berkembang pada pria daripada pada wanita. Orang-orang menggambarkan rasa sakit yang membakar atau menusuk tajam di belakang atau sekitar satu mata.

Gejala lain dapat termasuk: mata berair, kelopak mata bengkak,hidung tersumbat atau berair
sensitivitas terhadap cahaya dan suara, kegelisahan atau agitasi. Headache cluster biasanya mendadak, tanpa peringatan, dan berlangsung antara 15 menit dan 3 jam. Orang dapat mengalami hingga delapan serangan sehari.

Setiap orang yang mengalami gejala-gejala ini – yang kadang-kadang dapat disalahartikan sebagai demam – harus berkonsultasi dengan dokter mereka. Penyebab headache cluster tidak jelas, tetapi mereka lebih cenderung terjadi pada perokok. Orang harus menghindari alkohol selama periode serangan. Dokter mungkin menyarankan operasi pada kasus yang sangat sulit diobati.

2. Sakit kepala karena sinus

Headache sinus disebabkan oleh pembengkakan sinus akibat infeksi atau alergi. Gejalanya terdiri atas nyeri tumpul, nyeri di sekitar mata, pipi, dan dahi. Rasa sakitnya bisa memburuk dengan gerakan atau tegang dan kadang-kadang bisa menyebar ke gigi dan rahang.

Headache ini biasanya disertai dengan keluarnya cairan hidung yang tebal berwarna hijau atau kuning. Gejala lain mungkin termasuk hidung tersumbat, demam, mual, dan sensitivitas cahaya atau suara. Sakit kepala sinus jarang terjadi. Jika tidak ada gejala hidung, sakit kepala seperti ini lebih cenderung menjadi migrain. Sakit kepala Sinus dapat diobati dengan obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas dan dekongestan hidung. Segera kunjungi dokter jika gejalanya tidak membaik dalam seminggu.

3. Sakit kepala karena kafein

Konsumsi kopi berlebihan — lebih dari 400 miligram atau sekitar 4 cangkir dalam sehari bisa memicu sakit kepala. Pada mereka yang minum lebih dari 200 miligram selama 2 minggu,bisa muncul efek withdrawal atau kecanduan berupa headache sepert migrain. Rasa sakit akan muncul 24 jam begitu berhenti menyentuh kopi. Biasanya sakit kepala disertai gejala lain seperti :
-Rasa lelah
-Sulit berkonsentrasi
-Suasana hati yang buruk dan mudah marah.
-Mual
-Gejala akan hilang satu jam setelah konsumsi kopi.

4. . Sakit kepala karena cedera kepala

Banyak petinju yang akhirnya sering mengeluhkan headache saat pertandingan atau setelahnya. Sumbernya adalah bekas pukulan yang diarahkan ke kepala dan leher. Seringkali sakit kepala muncul beberapa saat kemudian setelah pukulan terjadi. Rasanya mirip dengan migrain atau ketegangan sakit kepala yang sementara bisa diatasi dengan obat antinyeri yang dijual bebas.

Jika headache terus berlanjut segera hubungi dokter, terutama jika gejala ini muncul.
-Tidak sadarkan diri
-Kejang-kejang.
-Muntah.
-Kehilangan ingatan.
-Rasa bingung
-Masalah pada penglihatan dan pendengaran.

Sakit kepala pasca-trauma juga bisa muncul beberapa bulan setelah kejadian, sehingga kadang sulit untuk diidagnosis. Kadang setelah trauma rasa headache muncul setiap hari bahkan sampai 12 bulan.

5. Sakit kepala karena menstruasi

Headache sering kali berhubungan dengan kadar hormon dalam darah. Pada wanita, migrain sering berhubungan dengan periode menstruasi akibat perubahan kadar estrogen. Migrain biasanya muncul beberapa hari sebelum dan selama menstruasi dan kadang di masa ovulasi. Rasanya sama seperti migrain, tapi tanpa aura dan bisa bertahan cukup lama.

Headache yang di disebabkan oleh masalah hormon bisa juga karena :
kontrasepsi oral, menopause, kehamilan. Penanganan sakit kepala karena menstruasi sama dengan migrain lain. Misalnya terapi hormon, minum obat nyeri, terapi sulih hormon, mengubak obat anti-peradangan.

Kapan Harus Menemui Dokter

Meski sering dikhawatirkan, sebagian besar dari sakit kepala jarang merupakan gejala hal serius. Banyak orang bisa menangani sendiri denga obat antinyeri.

Siapapun yang pernah merasakan sakit kepala yang parah, terus menerus, dan semakin memburuk harus segera berkonsultasi dengan dokter. Tenaga medis harus segera bertindak jika:
– Sakit kepala datang sangat tiba-tiba dan sangat menyakitkan.
– Sakit kepala berulang pada anak-anak.
– Sakit kepala setelah ada pukulan di kepala
– Disertai rasa bingung, gangguan pandangan dan keseimbangan atau kemampuan bicara.
– Disertai rasa kebas dan lemah.
– Disertai demam, kejang dan tidak sadar.
– Disertai leherkaku dan ruam kulit.
– Terus menerus muntah. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jl. Warung Jati Barat No. 34, RT007/005, Kalibata, Jakarta 12760

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

Book Online

Appointment Now