Trigeminal Neuralgia, Bikin Putus Asa? Obat Batukpun Dibuat Krim Wajah

10Apr, 2019

JAKARTA — Bagi orang awam mendengar kata nyeri wajah Trigeminal Neuralgia (TN) mungkin tak percaya bahwa penyakit ini bisa membuat orang putus asa. Bahkan punya keinginan bunuh diri. Di Arfa Klinik Nyeri Wajah, TN hanya satu dari banyak masalah nyeri wajah yang ada solusinya.

Trigeminal Neuralgia sangat khas dengan serangannya yang sangat mudah dipicu oleh hal-hal sederhana. Seperti menggosok gigi, mengenakan make-up, bahkan terkena hembusan angin bisa membuat penderita terasa ditusuk-tusuk wajahnya.

Ini akibat ada saraf yang tertekan oleh pembuluh darah dan tulang tengkorak dan terus menerus mengirimkan sinyal rasa nyeri ke otak. Di Klinik Arfa, TN bisa diatasi mulai dari penggunaan obat-obatan sampai dengan Radiofrekuensi Ablasi (RF) untuk menumpulkan ujung-ujung saraf trigeminal. RF sifatnya sangat minimal invasif sekitar 45 menit, sehingga pasien tak perlu rawan inap. Lebih efektif dan efisien tentunya.

Tapi penderita TN di banyak belahan dunia lain tak seberuntung di Indonesia yang memiliki Klinik Arfa. Di Inggris sejumlah anggota masyarakat dikabarkan menggunakan krim wajah dari campuran berbagai zat termasuk dari obat batuk. Tak heran jumlah penderita TN di Inggris mencapai ribuan orang. Tiap tahun diperkirakan ada 15 ribu kasus baru.

RAMUAN OBAT BATUK JADI OBAT TRIGEMINAL NEURALGIA

Ramuan krim wajah dari obat batuk itu berisi ambroxol yang selama bertahun-tahun untuk obat batuk dengan cara mengencerkan lendir di paru-paru. Namun kemudian ditemukan ambroxol juga manjur untuk antinyeri. Beberapa penderita mengaku saat menggunakan krim tersebut, nyerinya bisa hilang selama 15 menit.

Soal keamanan dan efektivitasnya? Tunggu dulu. Memang para peneliti di Institute for Pain Medicine di Wiesbaden, Jerman, menyatakan telah meneliti ambroxol dan penyerapannya di kulit pengidap TN. Tapi di dunia medis, sebuah obat tak bisa langsung dipastikan manjur dan tanpa efek samping sebelum melalui pemeriksaan berulang-ulang yang rumit.

Penanganan secara normal biasanya adalah dengan obat antikonvulsan yang diresepkan dokter misalnya carbamazepin untuk mencegah serangan kejang, nyeri saraf dan kelainan bipolar. Juga memperlambat impuls listrik di saraf ke otak. Namun, carbamazepine harus diminum tiga kali sehari dan dapat menyebabkan efek samping seperti mual, muntah, lidah bengkak dan kehilangan koordinasi.

OBAT MAKAN TRIGEMINAL NEURALGIA YANG BANYAK PERINGATANNYA 

Carbamazepine tentu saja ini adalah obat yang tak dijual bebas. Anda membutuhkan resep dokter untuk mendapatkannya. Jangan gunakan obat ini untuk masalah nyeri dan sakit yang lain yang tak ada hubungannya dengan kondisi yang sedang diobati.

Carbamazepine bekerja dengan menurunkan impuls saraf ke seluruh tubuh. Impulse saraf ini adalah yang bisa menyebabkan kejang dan rasa nyeri seperti pada kasus trigeminal neuralgia dan diabetik neuropati.

Ada beberapa hal yang Anda mesti waspada sebelum menggunakan obat carbamazepine. Berikut beberapa kewaspadaan yang harus dilakukan:

1. Alergi
2. Interaksi obat dengan obat lain yang bisa sampai mengancam jiwa.
3. Tes darah untuk melihat reaksi terhadap obat.
4. Kehamilan, dilarang mengonsumsi obat ini saat hendak hamil, sedang hamil atau menyusui. Alat kontrasepsi juga tak lagi terlalu efektif saat mengonsumsi obat ini.
5. Jangan mengonsumsi alkohol saat dalam pengobatan carbamazepine, efek sampingnya, termasuk peningkatan risiko kejang.
6. Jangam makan makanan tertentu seperti grapefruit atau semacam jeruk bali.
7. Hindari terlalu banyak terpapar matahari saat Anda mengonsumsi carbamazepine. Konsumsi obat ini akan membuat Anda lebih mudah terbakar matahari.
8. Jika Anda mengalami masalah jantung, liver, ginjal, glukoma, porphyria, dan pikiran untuk bunuh diri, penggunaan carmanazepine bukan pilihan tepat. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter yang paham betul tentang trigeminal neuralgia.

Efek samping

-Alergi: seperti gatal-gatal, kesulitan bernafas, pembengkakan di wajah, bibir lidah dan tenggorokan, nyeri di kulit atau ruam.

-Suasana hati dan perilaku, gejala bisa memburuk jika Anda mengalami depresi. Meningkatnya kecemasan, insomnia, agitasi, gelisah, dan lekas marah. Selain itu, carbamazepine dapat meningkatkan risiko pikiran untuk bunuh diri.

– Perubahan detak jantung, kehilangan selera makan, sakit perut, urin gelap, anemia, kadar natrium yang rendah (sakit kepala, kebingungan, lemah, kejang), pusing kehilangan koordinasi, mual, kantuk. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *