Nyeri Wajah Trigeminal Neuralgia, Begini Cara Penanganannya di Arfa Neuro Facial Pain Clinic

Nyeri wajah karena kekurangan vitamin B12
11Mar, 2019

JAKARTA — Jika suatu kali Anda merasakan nyeri wajah yang terasa sangat mengganggu tapi Anda yakin gigi Anda baik-baik saja. Waspadalah. Bisa jadi itu adalah nyeri dari trigeminal neuralgia. Apalagi jika nyeri wajah tergolong kronik, yakni berlangsung selama 3 bulan berturut-turut.

Nyeri wajah biasanya akan terasa menyebar ke area rahang, pipi dan dahi di atas mata. Trigeminal neuralgia adalah kondisi kronis yang mempengaruhi saraf trigeminal. Kondisi ini memicu sensasi nyeri dari wajah ke otak.

“Gejala awal yang sering terjadi pada pasien dengan trigeminal neuralgia adalah nyeri di wajah yang terjadi secara spontan, dalam waktu yang singkat,” kata Dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS, pakar masalah nyeri dari Lamina Pain and Spine Center dan Arfa Neuro Facial Pain Clinic.

Ditambahkan oleh Dr. Heri Aminuddin, SpBS(K), Spesialis Bedah Saraf Brain and Spine Bunda Neuro Center, Jakarta, trigeminal neuralgia juga dapat terjadi akibat penekanan tumor di saraf trigeminal. Tidak menutup kemungkinan trigeminal neuralgia terjadi akibat adanya lesi di otak atau beberapa kondisi kesehatan yang meliputi luka bedah dan stroke.

Sifat-sifat Trigeminal Neuralgia

Anda curiga mengalami nyreri wajah trigeminal neuralgia? Jangan sepelekan, karena :

– Nyeri trigeminal neuralgia bersifat progresif.
– Bisa berlangsung semakin lama durasinya dan semakin sering serangannya.
– Trigeminal neuralgia lebih sering menyerang wanita dibanding pria.
– Kondisi ini juga lebih sering menyerang mereka yang berusia lebih dari 50 tahun.

Untungnya kini tersedia berbagai pilihan penanganan. Terserang trigeminal bukan berarti hidup Anda akan berakhir dalam kondisi nyeri yang terus menerus.

Para dokter seperti di Arfa Neuro Facial Pain Clinic akan bisa mendapatkan solusi terbaik untuk kondisi Anda ini. Baik dengan pengobatan, injeksi atau dengan pembedahan.

Gejala Trigeminal Neuralgia

Dari kepustakaan yang ada disebutkan bahwa nyeri trigeminal neuralgia cenderung memiliki pola sebagai berikut:

  1. Beberapa episode dari nyeri yang tajam yang mirip rasanya seperti tersetrum listrik tegangan tinggi.
  2. Serangan spontan dari dari rasa nyeri yang dipicu oleh hal-hal sederhana seperti menyentuh wajah, mengunyah, berbicara atau menggosok gigi, berbicara, bermake up, terkena angin sepoi-sepoi, tersenyum atau mencuci wajah.
  3. Serangan nyeri bisa berlangsung selama beberapa detik sampai beberapa menit, sampai beberapa bulan.
  4. Episode serangan bisa berlangsung beberapa hari, pekan, bulan atau lebih lama lagi. Beberapa orang malah merasakan periode mereka tak mengalami serangan nyeri.
  5. Rasa sakit terasa konstan ringan hingga berat, seperti sengatan listrik sebelum kemudian berubah menjadi rasa kejang.
  6. Nyeri trigeminal biasanya terfokus pada satu titik, meski tidak menutup
    kemungkinan nyeri kemudian menyebar membentuk pola yang lebih luas di wajah.
  7. Nyeri di daerah yang disuplai oleh saraf trigeminal, termasuk pipi, rahang, gigi, gusi, bibir, atau mata dan dahi.
  8. Nyeri memengaruhi satu sisi wajah pada satu waktu.
  9. Nyeri terfokus pada satu titik atau menyebar dalam pola yang lebih luas
  10. Serangan akan berkembang lebih sering dan intens dari waktu ke waktu

Penyebab Trigeminal Neuralgia

Trigeminal neuralgia punya nama lain: tic douloureux. Inti masalahnya berada pada fungsi saraf trigeminal terganggu. Para pakar nyeri di dunia berpendapat, kasus trigeminal neuralgia paling banyak di dapatkan pada cabang saraf trigeminal V2 dan V3 (32%).

Biasanya, masalahnya adalah kontak antara pembuluh darah normal – dalam hal ini, arteri atau vena – dan saraf trigeminal di dasar otak. Kontak ini memberi tekanan pada saraf dan menyebabkannya tidak berfungsi.

Trigeminal neuralgia dapat terjadi sebagai akibat dari penuaan, atau bisa juga berhubungan dengan multiple sclerosis atau kelainan serupa yang merusak selaput mielin yang melindungi saraf tertentu. Seperti disampaikan Dr. Heri Aminuddin, SpBS(K) juga dapat disebabkan oleh tumor yang menekan saraf trigeminal, cedera bedah, stroke atau trauma wajah mungkin jadi penyebab kondisi ini

Jenis-jenis Trigeminal Neuralgia

Ada beberapa pembagian jenis trigeminal neuralgia dan nyeri yang umumnya muncul pada pasien.

  1. Tipe 1 (klasik).
    Nyeri umumnya terjadi secara spontan dengan durasi nyeri umumnya. Sifatnya juga episodik.
  2. Tipe 2 (atipikal).
    Nyeri datang secara spontan dengan durasi nyeri yang terjadi konstan (terus menerus).
  3. Tipe 3 (injury).
    Kondisi ini terjadi oleh karena trauma ataupun bekas operasi sinus.

Sedangkan pada secondary trigeminal neuralgia profil nyeri yang tampak pada pasien dapat berupa multiple sklerosis.

Apa yang Bisa Dilakukan Dokter?

Jika Anda mengalami nyeri wajah, terutama nyeri yang berkepanjangan atau berulang atau rasa sakit yang tidak berkurang oleh penghilang rasa sakit yang dijual bebas, temui dokter Anda. Pilihan terapi meliputi mulai dari pemberian obat-obatan, suntikan dan operasi serta teknologi minimal invasif seperti radiofrekuensi ablasi.

Diagnosis trigeminal neuralgia didasarkan pada rasa nyeri yang disampaikan pasien kepada dokter, yang meliputi: tipe, lokasi, dan pencetus nyeri.

Beberapa pemeriksaan mungkin dilakukan dokter untuk memastikan diagnosis
trigeminal neuralgia, diantaranya:

  1. Pemeriksaan neurologis. Dokter mungkin akan menyentuh bagian wajah Anda, hal ini dilakukan untuk memastikan lokasi dimana rasa sakit itu berasal. Tidak menutup kemungkinan cabang-cabang saraf trigeminal juga mengalami nyeri.
  2. Test refleks juga membantu dokter menentukan apakah terjadi penekanan pada saraf atau kondisi lainnya.
  3. Magnetic resonance imaging (MRI). Dokter mungkin menyarankan Anda melakukan pemeriksaan MRI, hal ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya multiple sklerosis.
  4. Pada beberapa kasus dokter mungkin menyuntikan zat pewarna ke dalam pembuluh darah untuk mengetahui aliran vena atau arteri (magnetic resonance angiogram).

Terapi untuk Meredakan Nyeri Trigeminal Neuralgia

Terapi trigeminal neuralgia umumnya dimulai dengan pemberian obat-obatan. Namun pada sebagian orang, terapi ini tidak memberikan hasil yang baik, atau disertai efek samping yang tidak menyenangkan. Pada kelompok tersebut, terapi injeksi atau operasi bisa menjadi pilihan selanjutnya.

Terdapat beberapa jenis obat yang dapat digunakan untuk mengatasi nyeri yang disebabakan trigeminal neuralgia, diantaranya:

  1. Antikonvulsan.
    Efek samping obat anti konvulsan yang sering muncul pada pasien seperti pusing, mual, mengantuk.
  2. Antispasmodic
    Obat relaksa untuk otot digunakan sebagai obat tunggal atau sebagai kombinasi. Efek samping yang mungkin muncul pada pasien meliputi rasa mual dan kantuk.
  3. Bot*ks. Beberapa penelitian menyebutkan peran bot*ks A
    (onabot*ks A) dalam mengurangi rasa sakit yang disebabkan trigeminal neuralgia, terutama pada individu yang tidak merespon dengan obat- obatan konvensioanal.

Tindakan Selain Obat-obatan 

  1. Pembedahan.
    Terdapat beberapa teknik pembedahan yang dapat dilakukan pada pasien dengan trigeminal neuralgia. Misalnya dekompresi mikrovaskular atau pemindahan atau penghilangan pembuluh darah yang mengalami kontak/ menekan saraf trigeminal, dan mengembalikan fungsi saraf kembali normal.

Pada prosedur ini dokter akan membuat sebuah sayatan di bagian belakang telinga pada sisi wajah yang mengalami rasa sakit. Lewat lubang tersebut dokter memindahkan pembuluh darah atau saraf, dan kemudian menempatkan sebuah bantalan lembut diantaranya. Dapat juga dilakukan pemotongan saraf trigeminal (neurectomy).

“Dekompresi mikrovaskular terbukti efektif menghilangkan atau mengurangi rasa sakit yang dialami pasien trigeminal neuralgia,” kata dr. Heri Aminuddin. Namun teknik ini memiliki beberapa risiko, diantaranya penurunan fungsi mendengar, wjah menjadi kendur, mati rasa
pada derah wajah.

2. Stereostaktik radiosurgery.
Prosedur ini juga dikenal sebagai gamma knife, dokter akan memberikan radiasi terfokus dengan dosis tertentu pada saraf trigeminal pasien. Tindakan radiasi ini diharapkan mampu mengurangi rasa sakit yang dirasakan pasien. Prosedur ini dapat dilakukan hingga beberapa kali.

3. Radiofrekuensi ablasi
Saat ini radiofrekuensi ablasi merupakan teknik minimal invasive yang dapat diharapkan pada pasien trigeminal neuralgia tanpa harus melakukan rawat inap di rumah sakit (one day care).

Perbandingan Berbagai Jenis Penanganan

Teknik perkutan seperti radiofrekuensi juga terbukti memberikan hasil yang memuaskan dengan tingkat keberhasilan terapi mencapai 90%, dengan tingkat kekambuhan yang juga lebih tinggi dibaningkan teknik bedah mikro.

Pada mereka pasien trigeminal neuralgia usia lanjut radiofrekuensi ablasi merupakan pilihan terapi terbaik dibandingkan bedah mikro terkait morbiditas dan mortalitas yang cukup tinggi saat harus dilakukan terapi menggunakan teknik bedah mikro.

Pengobatan menggunakan teknologi radiofrekuensi (RF) perkutan pada saraf sensorik trigeminal yang merupakan akar dari retrogasserin terbukti aman dan sangat menjanjikan untuk menghilangkan rasa sakit yang dialami pasien dengan efektivitas terapi yang mampu bertahan lama.

“Bahkan teknik ini memiliki angka keberhasilan dalam menggurangi rasa sakit yang jauh lebih baik dibandingkan dengan teknik radiosurgical atau pembedahan lainnya,” kata dr. Mahdian. Radiofrekuensi perkutan dilakukan dibawah guidance fluroskopi uniplane dalam prosedur pencitraan radiologi di rumah sakit atau klinik. Tindakan anastesi intravena dan intramuscular digunakan dalam prosedur radiofrekuensi perkutan. (***)

6 Comments

  • susilawaty April 11, 2019 @ 10:28 pm

    Saya menderita nyeri wajah selama lebih kurang 7 tahun. Apakah masih bisa disembuhkan.

    • nyeriwajah Juni 26, 2019 @ 6:00 pm

      Selamat sore ibu Sulis. Insyaaallah bisa disembuhkan. Ibu tinggal dimana, Silahkan berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter-dokter kami di Klinik Nyeri wajah Arfa di Jakarta. terimakasih

  • Duma indah sari Mei 22, 2019 @ 5:26 am

    Nyeri di pipi sebelah kiri samping hidung …timbul kakau ada gerakan 2 tertentu di sekotar wajah

    • nyeriwajah Juni 26, 2019 @ 6:02 pm

      Ibu Indah selamat sore. Apakah sudah pernah melakukan pemeriksaan ke dokter atau klnik sebelumnya. Terkait kondisi ini?

  • Paulus Juni 17, 2019 @ 5:49 am

    Bisa sy bertahya tanya dan hub sy di nomor Hp 081317772928 tq

    • nyeriwajah Juni 26, 2019 @ 6:09 pm

      Selamat sore pak Paulus. Silahkan untuk menghubungi melalui Whatsapp di nomer 081384464245.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *