Nyeri Wajah dan Sakit Kepala Lebih Terasa Menyakitkan Karena Langsung Berhubungan dengan Emosi

Pantangan Trigeminal Neuralgia
22Apr, 2019

JAKARTA — Nyeri wajah seperti misalnya trigeminal neuralgia digambarkan sebagai nyeri yang sangat tak tertahankan. Bahkan dalam beberapa kasus penderita sampai menyatakan ingin bunuh diri karena tak tahan dengan deraan rasa nyerinya. Kasus seperti ini adalah sebagian yang biasa ditangani di Arfa Klinik Nyeri Wajah di lantai 2 RS Meilia, Cibubur.

Bersama dengan para dokter yang sangat kompeten di bidangnya dan teknologi canggih terdepan, berbagai kasus nyeri wajah bisa diatasi di Klinik Arfa ini yang sudah mulai beroperasi sejak sekitar 2 bulan lalu.

Nyeri yang dirasakan pada nyeri wajah dan sakit kepala ternyata tak sekadar karena memang posisi saraf yang tertekan antara tulang tengkorak dan pembuluh darah. Namun juga ada sebab lainnya.

Jangan Sepelekan Nyeri Wajah 

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Duke University menemukan bahwa sakit kepala dan nyeri leher bisa terasa lebih buruk dan menguras emosi dibanding semua nyeri yang terjadi di bagian tubuh bawah leher.

Untuk nyeri di kepala dan wajah biasanya pada wanita terasa lebih menyakitkan dibanding pada pria.

Intinya nyeri yang terasa berlebihan di area kepala bukan imajinasi, tapi memang benar terjadi, demikian pernyataan hasil penelitian itu. Duke University menemukan sensor neuron di wajah dan kepala ternyata berhubungan langsung dengan salah satu pusat sinyal emosi di otak.

Ini menjelaskan mengapa rasa nyeri wajah yang bersumber dari mata, telinga dan gigi bisa terasa lebih buruk. Sensor neuron di bagian badan lain secara langsung terhubung dengan pusat sinyal tersebut. Demikian hasil penelitian tersebut.

Penelitian tersebut menemukan rasa nyeri yang ditunjukkan di wajah seekor tikus berhubungan dengan aktivitas di nukleus parabrachialnya.
Nukleus parabrachial adalah bagian yang terhubung langsung dengan area yang bertanggung jawab untuk insting dan emosi. Hal itu berbeda ketika yang terasa nyeri adalah bagian cakar mereka.

“Ini akan membuka kemungkinan atas bagaimana memahami nyeri kronis pada kepala dan wajah, tapi juga menjelaskan bagaimana penanganan sebaiknya bisa menguntungkan orang,” kata Wolfgang Liedtke penulis penelitian juga sekaligus menjelaskan hasil penelitian ini adalah penjelasan biologis pertama untuk nyeri wajah dan kepala.

Untuk dunia kedokteran khusus yang menangani nyeri hasil temuan ini diharapkan menjadi dasar yang efektif untuk menangangi nyeri di kepala dan wajah.

“Biasanya kan dokter fokus pada bagaimana menangani rasa nyeri, namun dengan penelitian ini kami menunjukkan bahwa menangani aspek emosional dari nyeri juga penting,” kata penulis laporan penelitian senior, Fan Wang.

Hasil penelitian itu dipublikasikan di jurnal Nature Neurosciance. Dengan pendanaan dari National Institutes of Health dan Facial Pain Research Foundation (Gainesville, Florida)(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *