Multiple Schlerosis Bisa Akibatkan Nyeri Wajah, di Klinik Arfa Ini Solusinya

Nyeri karena Multiple Schlerosis
15Mar, 2019

#nyeriwajah #multipleschlerosis #arfaneurofacialpainclinic

JAKARTA — Nyeri yang dirasakan pasien kadang hanya merupakan gejala saja. Ibaratnya seperti gunung es. Sementara penyebab nyerinya sendiri seperti akar gunung yang kadang tidak kita ketahui berapa besar dan rumitnya masalah yang terjadi. Salah satunya adalah nyeri karena Multiple Schlerosis (MS) atau Multiple Sklerosis.

“Multiple Sclerosis, proses penuaan atau penyakit sejenis yang menyebabkan kerusakan selubung mielin yang berfungsi melindungi saraf juga bisa menyebabnya nyeri wajah trigeminal neuralgia,” kata Dr. Mahdian Nur Nasution, ahli bedah saraf dari Arfa Neuro Facial Pain Clinic dan Lamina Pain and Spine Center.

Apa penyebab Multiple Schlerosis?

Multiple sclerosis (MS) adalah penyakit kronis yang melibatkan sistem saraf pusat. Kondisi ini membuat sistem daya tahan atau imun tubuh menyerang mielin. Pada kondisi normal mielin bertugas untuk melindungi serat saraf.

Ketika mielin diserang, terjadilah peradangan, jaringan parut atau lesi di jaringan saraf. Ini akan membuat otak keberatan untuk mengirim sinyal ke seluruh tubuh.

Para peneliti ada pula yang mengatakan bahwa masalah ini bisa dipicu oleh lingkungan juga. Seperti serangan virus atau toksin (racun) ke sistem daya tahan tubuh.

Apa saja gejala Multiple Schlerosis?

Pengidap MS bisa mengalami gejala yang sangat beragam. Artinya secara alami penyakit ini bisa memunculkan gejala yang bisa berbeda pada satu pengidap dengan pengidap lainnya. Tingkat serangannya juga berbeda-beda dari waktu ke waktu.

Bisa dicatat bahwa gejala paling umum MS adalah sebagai berikut:

1. Kelelahan.
Sekitar 80 persen dari pengidap MS melaporkan sensasi kelelahan. Tapi kelelahan yang mereka rasakan berbeda dengan manusia sehat. Kelelahan pada MS benar-benar seperti menguras tenaga, bahkan bisa mempengaruhi kemampuan untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

2. Sulit berjalan.
Dalam MS kondisi ini bisa disebabkan oleh :
– rasa kebas di kaki
– sulit menyeimbangkan tubuh
– otot lemah
– kejang otot
– masalah penglihatan
– kelelahan yang parah
– kesulitan berjalan juga bisa terjadi karena cedera jatuh akibat sulitnya menyeimbangkan diri.

Rasa kebas dan kesemutan. Biasanya menyerang lengan, kaki dan sebagian sisi wajah. Sensasinya sama dengan rasa tertusuk-tusuk jarum di kaki saat Anda hampir tertidur. Namun, dalam kondisi MS, rasa kebas dan kesemutan muncul bisa tanpa sebab.

Gejala-gejala penyerta lainnya

1. Masalah penglihatan
Masalah penglihatan adalah salah satu dari banyak gejala umum MS. Peradangan yang menyerang saraf optik akan mengganggu pusat penglihatan. Pandangan jadi buram, dobel atau hilang sekaligus.

Anda mungkin tak langsung merasakan hilangnya penglihatan ini, proses degenerasinya bisa sangat perlahan. Anda bisa juga merasakan nyeri saat melihat ke atas atau ke sisi kiri atau kanan.

2. Nyeri dan kejang-kejang.

Nyeri dan kejang juga merupakan gejala khas MS. Penelitian National MS Society menyebutkan separuh dari pengidap MS mengalami hal ini. Otot yang kaku dan kejang-kejang juga biasa terjadi. Bahkan pada beberapa kasus tidak terkendali. Kaki adalah organ yang paling sering diserang.

3. Disfungsi usus besar dan kandung kemih.

Disfungsi pada kedua organ ini terjadi pada 80 persen pengidap MS. Pengidap jadi sering buang air kecil atau tidak bisa menahan keinginan berkemih, konstipasi, diare dan kesulitan untuk mengendalikan keinginan buang air besar.

4. Disfungsi ereksi

Masalah disfungsi ereksi juga bisa menjadi beban bagi pengidap MS karena kaitannya dengan sistem saraf pusat tempat MS menyerang.

5. Masalah kognitif

Banyak pengidap yang mengeluhkan masalah mundurnya fungsi kognitif mereka. Termasuk di dalamnya masalah memori, sulit fokus, kehilangan kemampuan berbahasa, dan sulit untuk menjalani hidup lebih terorganisasi. Depresi dan banyak masalah kesehatan emosi juga jadi masalah pengidap MS.

6. Perubahan emosional

Pengidap MS ada kalanya jadi sulit mengendalikan emosi mereka. Mulai dari perasan tak nyaman, suasana hati yang mudah berubah-ubah dan sebuah kondisi yang disebut pseudobulbar affect, atau ketika mereka sulit untuk mengendalikan keinginan untuk menangis atau tertawa.

7. Gejala-gejala lain
– tremor atau gemetaran.
– kehilangan sebagian atau seluruh kemampuan mendengar.
– masalah pernafasan.
– kesulitan menelan.

Multiple Schlerosis Diturunkan Atau Tidak?

MS tidak diturunkan, namun memiliki orang tua atau saudara pengidap MS akan meningkatkan risiko munculnya penyakit ini. Para ahli sudah mengidentifikasi gen yang mungkin memicu peningkatan risiko munculnya MS.

Bagaimana Multiple Schlerosis Didiagnosis?

Dokter akan melakukan serangkaian tes neurologi, riwayat klinis, dan berbagai tes lain untuk memastikan Anda memang mengidap MS. Beberapa tes diagnostik termasuk:

– Tes neurologi: dokter akan memeriksa jika ada fungsi saraf yang rusak.
– Tes mata: beberapa pengujian untuk mengevaluasi penglihatan Anda.
– Magnetic Resonance Imaging (MRI): untuk melihat kondisi otak dan saraf tulang belakang.
– Contoh cairan di saraf tulang belakang (sering disebut juga lumbar puncture). Pemeriksaan ini menggunakan jarum yang cukup panjang ke tulang belakang untuk melihat contoh cairan yang bersirkulasi di otak dan saraf tulang belakang. Dokter akan menggunakan ini untuk melihat kerusakan di sistem saraf pusat di dua area. Setidaknya pemeriksaan ini harus dilakukan berselang satu bulan antara episode yang menyebabkan cedera dan kerusakan.
– Tes darah. Dokter menggunakan tes darah untuk menghilangkan kondisi lain dengan gejala yang sama.

Bagaimana Arfa Bisa Membantu Kondisi Multiple Schlerosis Anda?

Pada dasarnya pasien bisa hidup dengan baik saat kondisi MS mereka terkelola dengan baik pula.

Namun tetap saja, MS selalu membuat takjub para ahli medis karena sangat beragamnya gejala yang dirasakan dan bagaimana kondisi ini bisa mengubah banyak kehidupan pengidapnya. Serangan bisa terjadi dalam satu pekan dan baru kemudian menghilang.

Kekambuhan bisa terjadi dengan progresif, lebih buruk dan sulit diprediksi serta dalam gejala yang berbeda. Deteksi awal mungkin bisa mencegah Multiple Schlerosis menyerang lebih progresif.

Di klinik Arfa dan Lamina, nyeri akibat MS bisa ditangangi dengan banyak cara sesuai hasil konsultasi dengan dokter dan tingkat keparahan keluhan MS pasien.

Misalnya pada Multiple Schlerosis yang berujung pada masalah nyeri wajah Trigeminal Neuralgia, pasien bisa saja disarankan untuk melakukan terapi radiofrekuensi ablasi. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *