Migrain

Migrain Basilar, Aura Pengundang Sakit Kepala Sebelah

JAKARTA — Sakit kepala migrain adalah sakit kepala yang sering dibarengi dengan rasa mual dan sensitifitas terhadap cahaya. Migrain basilar adalah tipe migrain yang menyebabkan pengidapnya sekaligus juga mengalami gangguan penglihatan.

Para peneliti tidak terlalu yakin apa sebenarnya penyebab migrain basilar, namun berbagai cara penanganan sudah tersedia untuk mencegah efek buruk serangan ini dan meringankan intensitasnya.

APA SEBENARNYA MIGRAIN BASILAR

Migrain basilar secara garis besar mempengaruhi penglihatan, menyebabkan ‘aura’ atau kilatan, bintik-bintik atau garis-garis cahaya. Nyeri migrain biasanya muncul setelah gejala munculnya aura ini.

Ini adalah jenis migrain yang cukup langka dan berpangkal pada batang otak. Migrain basilar sangat mungkin disebabkan oleh hambatan pembuluh darah yang membatasi aliran darah ke otak. Kondisi lain yang membatasi aliran darah hingga menyebabkan kondisi ini, misalnya pembuluh darah yang berbelit-belit.

Migrain basilar biasanya menyerang salah satu bagian kepala. Serangan auranya sendiri bisa berlangsung selama satu jam sampai benar-benar hilang, namun migrainnya sendiri bisa berlangsung selama 4 jam atau bahkan berhari-hari. Penderita biasanya akan merasakan kelelahan luar biasa setelah serangan migrain basilar.

PENYEBAB MIGRAIN BASILAR

Sejumlah peneliti percaya bahwa migrain basilar muncul saat arteri basilar terbatas alirannya, tapi masih perlu banyak penelitian untuk mengkonfirmasi ini. Arteri basilar berada di punggung dari bagian leher ke arah batang otak dan bertanggung jawab mengalirkan darah ke otak.

Ada beberapa faktor eksternal yang diketahui memicu kondisi ini termasuk:
stres, alkohol, cahaya terang, mabuk, pil kontrasepsi hormonal, obat tekanan darah,
rasa lapar yang berkepanjangan, kurang tidur, aroma yang kuat, termasuk beberapa parfum, fluktuasi hormon pada wanita, epilepsi atau kejang, kafein, perubahan cepat dalam tekanan atau cuaca, nitrit dalam makanan, kelebihan berat badan, terlalu sering menggunakan obat sakit kepala.

GEJALA MIGRAIN BASILAR

Migrain basilar punya beberapa gejala spesifik, namun beberapa gejala mirip dengan jenis migrain lainnya. Gejala spesifik misalnya:
– Bicara cadel
– Kehilangan kendali akan otot tubuh
– Tangan dan kaki dingin
– Tak sadarkan diri
– Telinga berdenging
– Kepala terasa berputar dengan cepat.
– Perasaan ruangan berputar sehingga sulit untuk berdiri
– Kebutaan temporer
– Penglihatan ganda
– Mual dan muntah

Beberapa gejala yang sama dengan jenis migrain lain :
– Perubahan penglihatan
– Rasa lemah
– Melihat cahaya statis atau zigzag
– Melihat bintik atau bintang-bintang bercahaya
– Sensitif terhadap cahaya atau bunyi
– Kebas di wajah, kepala dan tangan.
– Melihat cahaya yang tak jelas sumbernya
– Aura muncul sebelum nyeri datang, dengan kadar mulai moderat sampai parah. Biasanya muncul di satu titik kepala lalu menyebar keseluruh kepala.
– Migrain juga bisa menyebabkan allodynia atau sentuhan lembut dari kain atau sikat saja pada kulit bisa menyebabkan nyeri.
– Gejala-gejala ini bisa berbeda pada tiap orang.

BERHUBUNGAN DENGAN STROKE

Ada fakta yang harus mendapatkan perhatian bahwa pengidap migrain basilar seringkali berisiko tinggi mengalami stroke iskemik. Hubungan migrain basilar dan risiko stroke tidak benar-benar dipahami. Hanya diketahui stroke iskemik disebabkan oleh kurangnya aliran darah dan oksigen ke otak.

Wanita yang menggunakan beberapa jenis pil kontrasepsi dan pernah mengalami migrain dengan aura lebih besar risikonya mengalami stroke iskemik. Untuk alasan ini organisasi kesehatan dunia WHO, tidak merekomendasikan pil kontrasepsi untuk mereka yang mengalami migrain ini.

DIAGNOSIS DOKTER

Seorang dokter kemungkinan akan mendiagnosis migrain basilar setelah seseorang mengalami setidaknya dua episode gejala aura. Migrain basilar kadang-kadang mirip dengan migrain hemiplegia, tetapi migrain hemiplegia cenderung menyebabkan kelemahan pada satu sisi tubuh.

Lain lagi kondisi medis yang lebih serius yang memiliki gejala mirip dengan kondisi ini meliputi: kejang, tumor otak, meningitis, pukulan.

Untuk mengesampingkan kondisi ini, seorang dokter atau ahli saraf dapat merekomendasikan pemindaian Magnetic Resonance Imaging (MRI) atau pemindaian tomografi terkomputerisasi (CT).

Berbagai obat mungkin disarankan untuk mengobati migrain basilar, termasuk NSAID.
Perawatan untuk migrain basilar cenderung berfokus pada pengurangan rasa sakit dan mengobati gejala-gejala migrain lainnya.

Jika obat yang dijual bebas tidak memiliki efek apa pun, dokter mungkin akan meresepkan dosis yang lebih tinggi. Dalam beberapa kasus, blok saraf dapat digunakan untuk mengurangi rasa sakit.

Orang yang mengalami migrain basilar juga harus mewaspadai gejala aura, yang dapat bertindak sebagai peringatan untuk sakit kepala yang akan datang. Beberapa obat penghilang rasa sakit dan obat antiinflamasi mungkin lebih efektif jika diminum sebelum rasa sakit menjadi tidak terkendali.

PENCEGAHAN MIGRAIN BASILAR

Dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan untuk mengurangi risiko munculnya migrain. Obat-obatan tersebut di antaranya :
– Injeksi botox
– Obat-obatan pengurang kejang
– Antidepresan.

Pengidap kondisi ini bisa juga menekan risiko serangan dengan perubahan gaya hidup misalnya:
– Menghindari beberap jenis makanan yang diketahui bisa memicu serangan seperti alkohol dan kafein.
– Olah raga teratur.
– Istirahat dan relaks sejenak untuk meredakan stres.
– Diet nutrisi seimbang.
– Menjaga waktu tidur yang cukup.
– Tidak melewatkan waktu-waktu makan utama

Jika pengidap mulai merasakan aura atau gejala migrain, mereka harus menghentikan segala aktivitas dan berdiam diri di tempat yang gelap dan tenang. Jika perlu bisa mengonsumsi obat antinyeri, bahkan ketika rasa nyeri belum mulai menyerang. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jl. Warung Jati Barat No. 34, RT007/005, Kalibata, Jakarta 12760

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

Book Online

Appointment Now