Nyeri Multiple Schlerosis Bisa Dikendalikan Meski Belum Ada Obatnya

Nyeri wajah multiple schlerosis
08Apr, 2019

JAKARTA — Multiple Schlerosis (MS) adalah salah satu penyakit autoimun yang cukup membingungkan bagi banyak orang. Karena sering kali gejalanya berbeda-beda pada satu pasien ke pasien lainnya. Salah satu gejala yang hampir selalu sama adalah nyeri Multiple Schlerosis khusus pada wajah, kesemutan dan rasa kebas di sebagian wajah. Di Klinik Arfa Neuro Facial Pain, nyeri wajah ini akan ditangani dengan berbagai pilihan terapi yang disesuaikan dengan kondisi pasien.

FIGUR PUBLIK DENGAN NYERI MULTIPLE SCHLEROSIS

Salah satu publik figur yang terkena kondisi ini adalah Selma Blair, aktris Hollywood yang terserang di saat usia produktifnya. Dia didiagnosa dengan MS pada Agustus 2018 lalu. Gejalanya mulai muncul satu per satu sejak kelahiran anak pertamanya di tahun 2011.

Sayangnya dokter tak menanggapi keluhan nyerinya dengan serius. Diagnosis bagi diberikan berdasarkan pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI). Dokter menemukan 20 lesi atau luka di otaknya di bagian yang berbeda. Semuanya berhubungan dengan MS.

Kemudian melalui akun instagramnya dia mengeluhkan kondisinya yang tak lagi stabil. “Saya ini disable. Kadang jatuh, menjatuhkan barang-barang. Ingatan saya sering kabur. Saat bergerak saya seperti minta petunjuk pada GPS yang rusak. Tapi saya bertahan,” katanya.

DIAGNOSIS MS BUKAN AKHIR SEGALANYA 

MS menyerang sistem saraf pusat manusia dan mengganggu komunikasi antara otak dan tubuh, khususnya sensor dan kemampuan gerak. Hingga kini belum ada obatnya. Seperti Selma pasien sering merasakan keanehan karena kesulitan menggunakan baju, sering menjatuhkan barang, sulit mengendalikan tubuh dan sering jatuh.

Namun didiagnosis dengan Multiple Schlerosis (MS) tak harus berarti akhir segalanya. Dengan penanganan dan manajemen yang tepat pasien bisa mengendalikan penyakit yang dikenal sulit diramalkan kondisinya tersebut.

“Begitu didiagnosis dengan penyakit ini, banyak pasien yang merasa hidup mereka berakhir. Ini memang akan membuat hidup jadi rumit, tapi tidak berarti harus demikian,” kata Dr. Cary Twyman, ahli saraf di Penn State Health.

Ada banyak salah paham dan salah informasi tentang MS di internet, jadi pasien harus diberi pemahamanyang benar tentang penyakit ini, tentang informasi seputar penyakit ini dan beberapa kemungkinan bentuk penyakit ini.

BAGAIMANA MS TERJADI

Seperti diketahui saat terserang MS, pasien bisa kehilangan banyak rasa. Sel yang melindungi otak dari berbagai penyakit tak bisa mendeteksi apa yang bahaya dan apa yang tidak. Sel pelindung otak itu kemudian malah menyerang otak, saraf mata dan saraf tulang belakang.

Hingga saat ini para ilmuwan belum tahu apa penyebab MS. Tapi mereka yakin penyakit ini dipicu oleh faktor lingkungan yang tak bisa dijelaskan yang bereaksi pada pribadi yang memang terlahir dengan kondisi tertantu atas kondisi itu.

Kemajuan dan kemunduran kondisi MS setelah pengobatan MS dan berbagai gejalanya pada seorang pengidap mungkin tak bisa diprediksi. Gejala paling umum terjadi adalah rasa kebas dan kesemutan di wajah, tubuh, lengan dan kaki. Rasa nyeri, lelah, kesulitan berjalan, kejang otot, lemah secara umum, masalah penglihatan, pusing dan vertigo.

“MS biasanya bermanifestasi paling utama saat individu berada di puncak usianya,” kata Twyman. “Orang-orang ini biasanya yang sedang dalam mapan membina keluarga, mendapat pekerjaan yang mapan dan membuat banyak rencana dalam hidup mereka. Kondisi MS akan mengganggu itu semua.” Biasanya pengidap baru mengetahui kondisinya saat usia 20-50 tahun. Setidaknya wanita dua kali lebih berisiko dibanding pria.

KETELITIAN MENDIAGNOIS MS

Berbagai kombinasi dan metode bisa digunakan untuk mendiagnosa MS. Termasuk secara hati-hati mempelajari riwayat medis, tes neurologi dan berbagai tes lain, termasuk MRI dan uji analisis cairan tulang belakang.

“Selama bertahun-tahun, diagnosis MS jadi semakin jelas,” kata Twyman. Semakin banyak orang yang terdiagnosa mengalami semakin mudah dipelajari, semakin sedikit orang yang salah diagnosis, dan orang semakin sadar untuk memeriksakan diri akan kondisi ini.

Twyman mengatakan untuk mendapatkan pengobatan yang cocok untuk masalah sistem imun atau kekebalan tubuh ini harus segera dilakukan begitu MS didiagnosis. Uniknya dalam berbagai kasus MS adalah ada perbedaan dari satu ke lain pengidap, tak ada standard khusus dalam pemilihan pengobatan.

Twyman mengatakan untuk menemukan obat yang cocok untuk MS adalah dengan melihat seberapa lama penyakit ini muncul, bagaimana toleransi pasien akan obat-obat tertentu, biaya pengobatan dan seberapa jauh pasien harus dimonitor dalam penggunakan obat.

MS harus ditangani tim dokter yang mumpuni, yang memberikan perhatian penuh pada kondisi medis dan nonmedis pasien untuk mencapai kehidupan mereka yang berkualitas meski hidup dengan MS.

Twyman mengatakan yang dilakukannya adalah mengindentifikasi dan menciptakan gaya hidup baru yang disesuaikan dengan kondisi pasien. Seperti mengatur agar fisik tetap aktif bergerak, mengurangi stresm dan tidak merokok.

Dengan tim medis yang komprehensif, klinik semestinya akan membantu pasien untuk menghadapi kondisi mereka dan melihat perubahan apa yang harus dilakukan dalam hidup. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *