Mengenal Occipital Neuralgia, Nyeri di Kepala yang Belum Diketahui Penyebabnya

Nyeri occipital neuralgia
11Jun, 2019

JAKARTA — Occipital neuralgia adalah kondisi pada saraf yang disebut saraf occupital dari pusat tulang belakang melalui kulit kepala mengalami peradangan atau cedera. Salah satu bentuk nyeri wajah ini akan mengundang pula rasa nyeri di belakang kepala atau di dasar tengkorak.

Orang bisa salah duga dengan migrain atau tipe lain sakit kepala, karena gejalanya yang mirip. Namun penanganan keduanya bisa sangat berbeda karena bagaimanapun kondisinya memamng berbeda. Karenanya pemeriksaan oleh dokter ahli seperti layanan yang tersedia di Arfa Klinik Nyeri Wajah di Lantai 2 Rumah Sakit Melia, Cibubur jadi sangat penting.

GEJALA

Occipital neuralgia bisa menyebabkan sakit yang seperti tertusuk, tertekan, kena sengatan listrik dibalik kepala dan leher. Gejala lain seperti disarikan dari laman webmd:

– Rasa nyeri, terbakar, tertusuk yang dimulai dari dasar kepala dan menjalar ke seluruh kulit kepala.
– Nyeri di salah satu atau dua bagian kepala.
– Nyeri di belakang mata.
– Kulit kepala jadi melunak.
– Nyeri saat menggerakkan leher.

PENYEBAB

Occipital neuralgia terjadi ketika ada tekanan atau iritasi pada saraf occipital. Bisa jadi ini terjadi karena cedera, otot yang terlalu kejang hingga saraf terperangkap hingga peradangan. Meski banyak kasus terjadi hingga kini dokter belum menemukan penyebabnya.

Beberapa kondisi medis yang berhubungan dengan occipital neuralgia misalnya: – Trauma di bagian belakang kepala.
– Ketegangan di otot leher.
– Osteoarthritis.
– Tumor di leher.
– Masalah di diskus cervikal atau ruas-ruas tulang leher.
– Infeksi.
– Gout.
– Diabetes.
– Peradangan pembuluh darah.

BAGAIMANA DOKTER MENDIAGNOSA

Dokter akan menyakan tentang riwayat medis dan pengalaman cedera jika pernah terjadi. Pemeriksaan fisik juga akan dilakukan. Misalnya menekan bagian belakang kepala untuk melihat sumber-sumber rasa nyeri.

Dokter mungkin juga akan memberikan injeksi untuk menumpulkan saraf yang menghantarkan rasa nyeri. Ini disebut pemblokiran saraf. Cara ini juga untuk menguji apakah Anda merasa lebih baik dengan tindakan injeksi itu. Jika berhasil bisa dipastikan diakibatkan occipital neuralgia. Anda mungkin juga akan diminta untuk melakukan tes darah atau MRI (Magnetic Resonance Imaging) jika dokter mencurigai masalah ini.

Anda harus mendapatkan diagnosis yang tepat untuk mendapatkan tindakan yang tepat juga. Misalnya jika pasien occipital neuralgia diberikan obat untuk migrain, Tentu saja cara ini tak menyelesaikan masalah.

PENANGANAN

Hal pertama yang ingin Anda lakukan adalah meringankan rasa sakit Anda. Anda dapat mencoba untuk:

– Kompres panas ke leher Anda.
– Beristirahatlah di ruangan yang sunyi.
– Pijat otot-otot leher yang kencang dan menyakitkan.
– Minum obat antiinflamasi bebas, seperti naproxen atau ibuprofen.

Jika itu tidak membantu, dokter Anda mungkin akan meresepkan obat untuk Anda, termasuk:
– Relaksan otot resep.
– Obat anti kejang.
– Antidepresan
– Blok saraf dan suntikan steroid. Blok saraf yang mungkin dilakukan dokter untuk mendiagnosis kondisi Anda bisa menjadi pengobatan jangka pendek juga. Mungkin diperlukan dua hingga tiga suntikan selama beberapa minggu untuk mengendalikan rasa sakit Anda. Tidak jarang masalah kembali pada suatu saat dan membutuhkan serangkaian suntikan lainnya.

Operasi jarang terjadi, tetapi ini bisa menjadi pilihan jika rasa sakit Anda tidak membaik dengan perawatan lain atau kembali.

Bedah mungkin termasuk:
– Dekompresi mikrovaskuler. Dokter Anda mungkin dapat menghilangkan rasa sakit dengan menemukan dan menyesuaikan pembuluh darah yang mungkin menekan saraf Anda.
– Stimulasi saraf occipital. Dokter Anda menggunakan alat yang disebut neurostimulator untuk mengirimkan pulsa listrik ke saraf occipital Anda. Mereka dapat membantu memblokir pesan rasa sakit ke otak.

Occipital neuralgia bukanlah kondisi yang mengancam jiwa. Kebanyakan orang mendapatkan penghilang rasa sakit yang baik dengan beristirahat dan minum obat. Tetapi jika Anda masih merasa nyeri, beri tahu dokter Anda. Dia ingin melihat apakah ada masalah lain yang menyebabkan rasa sakit Anda. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *