Memahami Kelainan TMJ yang Juga Munculkan Nyeri Wajah

01Mar, 2019

JAKARTA — Sendi Temporomandibular atau Temporomandibular Joint (TMJ) bertindak seperti engsel geser yang menghubungkan tulang rahang dengan tengkorak. Tiap manusia memiliki satu set di tiap rahangnya. Kelainan TMJ — salah satu tipe dari Temporomandibular Disorder (TMD) — bisa menyebabkan rasa nyeri di sendi rahang dan di otot yang mengendalikan gerakan rahang atau sering dikenal sebagai nyeri TMJ.

Sebab pasti mengapa seseorang bisa mengalami kelainan atau nyeri TMJ sering kali sulit untuk dijelaskan. Rasa nyeri yang dirasakan bisa jadi merupakan gabungan dari beberapa faktor, seperti keturunanm, arthritis dan cedera rahang.

Sejumlah orang yang mengalami nyeri rahang juga cenderung untuk menggertakan gigi, meski tak semua orang yang punya kebiasaan menggertakan gigi adalah pengidap kelainan atau nyeri TMJ.

Dalam banyak kasus, rasa nyeri dan tak nyaman dihubungkan dengan kelainan TMJ bersifat sementara dan bisa mereda dengan sendirinya atau tanpa penanganan pembedahan.

Pembedahan biasanya menjadi cara terakhir jika penanganan konservatif lain dianggap gagal. Namun beberapa kasus TMJ banyak yang justru berhasil setelah melakukan pembedahan.

Gejala dan Tanda Kelainan TMJ di Antaranya :

  • Rasa nyeri dan lemah di rahang.
  • Nyeri di salah satu atau kedua sendi temopomandibular.
  • Rasa nyeri di dalam atau sekitar telinga.
  • Kesulitan mengunyah atau rasa sakit ketika mengunyah.
  • Nyeri wajah
  • Rahang seperti terkunci hingga sulit untuk membuka atau menutup mulut.

Kelainan TMJ juga sering kali menyebabkan bunyi ‘klik’ saat Anda membuka mulut atau mengunyah. Tapi jika tak ada rasa nyeri atau terbatasnya gerakan yang berhubungan dengan bunyi klik di rahang, Anda mungkin tidak terlalu membutuhkan perawatan untuk kelainan TMJ.

Kapan Harus Menemui Dokter untuk Kasus Nyeri TMJ?

Anda harus segera mendapatkan perhatian dokter jika ada rasa nyeri atau terasa lembek disekitar rahang Anda. Atau jika Anda tak bisa maksimal saat membuka atau menutup rahang. Dokter Anda, atau dokter gigi atau spesialis TMJ bisa mendiskusikan penyebab dan penanganan dari masalah Anda ini.

Penyebab

Sendi Temporomandibular menggabungkan dengan gerakan bergeser. Bagian dari tulang yang berinteraksi dengan sendi dilapisi dengan tulang rawan dan dipisahkan oleh diskus kecil yang meredam kejutan, sekaligus membuat gerakan jadi lembut.

Nyeri karena kelainan TMJ terjadi karena :

  • Diskus meluncur atau keluar dari susunannya dan menganggu keseimbangan.
  • Tulang rawan sendi yang rusak karena arthritis.
  • Sendi rusak oleh benturan atau sebab lain.

Dalam banyak kasus, penyebab dari kasus TMJ memang belum titik jelas.

Faktor Risiko

Faktor yang meningkatkan risiko pengembangkan TMJ termasuk:

  • Berbagai tipe arthritis, seperti rheumatoid arthritis dan osteoarthritis
  • Cedera rahang.
  • Kebiasaan menggeretakkan gigi yang kronis.
  • Penyakit terkait jaringan tertentu yang menyebabkan masalah yang mungkin menyebabkan kelainan¬† atau nyeri TMJ.

Diagnosis Nyeri TMJ

Dokter Anda atau dokter gigi akan mendiskusikan gejala yang Anda keluhkan dan memeriksa rahang Anda dengan cara :

  • Mendengarkan dan merasakan rahang Anda saat membuka atau menutup mulut Anda
  • Mengobservasi luas dari gerakan rahang Anda.
  • Menekan beberapa area di rahang untuk mengidentifikasi letak sumber nyeri dan rasa tak nyaman

Jika dokter atau dokter gigi mencurigai ada masalah, Anda mungkin akan membutuhkan:

  • Hasil X-Ray gigi dan memeriksa gigi dan rahang mereka.
  • CT Scan untuk mendapatkan gambaran detail dari tulang yang terkait dengan sendi tersebut
  • Hasil MRI untuk menemukan jika ada masalah dengan diskus sendi atau jaringan lembut di sekitarnya.

TMJ athroskopi mungkin dibutuhkan dalam mendiagnosis kelainan TMJ. Selama TMJ athroskopi, dokter akan memasukkan tube kecil (cannula) dalam duang di sendi rahang dan kamera kecil dan mengambil gambaran di area tersebut untuk membantu membuat diagnosis.

Penanganan

Dalam beberapa kasus, gejala dari kelainan TMJ mungkin akan hilang setelah penanganan. Jika gejala menetap, dokter mungkin akan merekomendasikan sejumlah pilihan penanganan lainnya. Kadang lebih dari satu penanganan yang dilakukan pada satu waktu.

Pengobatan

Bersama dengan penanganan non-bedah, pilihan obat-obatan ini kemungkinan besar bisa membantu untuk meredakanrasa nyeri yang berhubungan dengan kelainan TMJ.

  • Anti-nyeri dan anti-peradangan. Jika obat yang dijual bebas tidak cukup meredakan nyeri TMJ, dokter mungkin akan meresepkan obat yang lebih kuat dalam waktu terbatas, seperti misalnya Ibuprofen.
  • Antidepressan. Obat-obatan yang digunakan untuk mengatasi depresi, tapi dengan dosis yang lebih rendahm kadang juga bermanfaat untuk meredakan bruxisme dan kesulitan tidur.
  • Relaxan otot
    Tipe obat ini biasanya diminum dalam beberapa hari atau pekan karena obat pereda nyeri kadang digunakan untuk kelianan TMJ yang sering diikuti kejang otot.

Terapi non-obat dalam penanganan nyeri TMJ termasuk di antaranya:

  • Penggunaan pelindung mulut. Beberapa orang telah merasakan manfaat dari penggunaan pelindung yang bisa dipilih keras atau lembut. Sayangnya bagaimana alat ini bisa bermanfaat belum cukup dipahami.
  • Terapi fisik. Bersama dengan latihan, peregangan dan penguatan otot wajah penanganan ini mungkin juga akan menggunakan kompres panas dan dingin.
  • Konseling. Pendidikan dan konseling bisa membantu Anda untuk memahami faktor dan perilaku yang munngkin memicu nyeri Anda. Misalnay menggertakkan gigi. Rebah sambil bertopang dagu atau menggigiti kuku

Pembedahan

Jika berbagai terapi lain tak membuahkan hasil dokter mungkin akan menawarkan beberapa alternatif ini :

  • Arthrocentesis.
    Ini adalah tindakan minimal invasif yang melibatkan insersi atau penyisipan jarum kecil ke sendi sehingga cairan bisa terbendung melalui sendi untuk mengangkat debris atau serpihan dan meredakan peradangan.
  • Injeksi
    Pada sebagian orang, injeksi kortikosteroid ke sendi mungkin bisa membantu. Injeksi botulinum toxi A (Botox dan sebagainya) ke otot rahang yang digunakan untuk mengunyah mungkin rasa nyerinya akan mereda yang berhubungan dengan TMJ.
  • Pembedahan TMJ arthroscopic bisa efektif untuk mengatasi berbagai tipe kelainan TMJ. Tube kecil (cannula) dimasukkan ke area sendi lalu arthroskop dimasukan bersama dengan beberapa instrumen kecil pembedahan. Meski namanya pembedahan, arthroskopi berisiko lebih rendah dan komplikasinya dibanding bedah lainnya. Tentunya teknik ini juga ada keterbatasannya.
  • Modifikasi Condylotomy. Treatment ini langsung menuju ke lokasi nyeri TMJ dengan pembedahan di mandibular, tapi bukan di sendi itu sendiri.
  • Pembedahan open-joint. Atau bedah pembukaan sendi rahang. Jika kondisi Anda tak juga membaik dengan penanganan yang konservatif, bisa jadi masalah Anda ada pada struktur rahang.
    Untuk kasus ini pembedahan harus diperlakukan dengan hati-hati karena lebih berisiko.

Jika dokter merekomendasikan pembedahan atau prosedur lain, pastikan Anda telah mendiskusikan berbagai keuntungan dan risikonya. Tanyakan pula Anda punya alternatif apa lagi.

Gaya Hidup Sehat

Pengobatan dan terapi apapun akan lebih efektif jika didukung dengan gaya hidup yang sehat. Misalnya lebih memahami kebiaasan yang ada hubungannya dengan TMJ seperti menggertakkan gigi atau kegemaran menggigiti pinsil. Cara ini bisa membantu Anda mengendalikan frekuensi serangan.

Tips berikut ini bisa membantu Anda mengurangi gejala kelainan TMJ :

  • Mengurangi penggunaan otot rahang dengan lebih banyak makan makanan yang lembut, iris kecil makanan sebelum dikunyah, cairkan makanan yang lengket dan biasanya harus lama dikunyah dan hindari permen karet.
  • Peregangan dan pemijatan. Dokter, dokter gigi atau terapis bisa mengajari Anda latihan dan gerakannya.
  • Kompres panas dan dingin untuk meredakan nyeri.

Pengobatan Alternatif

Teknik pengobatan alternatif dan komplementer mungkin bisa meredakan nyeri kronis yang sering berhubungan dengan kelainan atau nyeri TMJ. Misalnya:

  1. Akupunktur
    Spesialis akupunktur akan menangani kasus nyeri dengan menggunakan jarum kecil yang ditusukkan ke lokasi rasa nyeri di tubuh.
  2. Teknik relaksasi
    Secara sadar Anda akan dibawa untu memperlambat nafas dan lebih dalam. Napas yang teratur bisa membuat manusia lebih relaks dan menurunkan tensi pada otot. Semua ini bisa meredakan rasa nyeri.
  3. Biofeedback.
    Peralatan elektronin bisa dijalankan dengan monitor dan area khusus otot yang mengalami kekakuan dan membantu membuat relaks dengancara yang lebh efektif.

Anda mungkin ingin berbicara tentang kondisi TMJ Anda pada dokter keluarga dan dokter gigi. Ada kemungkinan Anda akan dirujuk dokter ahli TMJ

Apa yang bisa Anda lakukan?

Ada baiknya sebelum bertemu dokter untuk menanyakan kondisi nyeri wajah jenis ini Anda sudah menyiapkan sejumlah keterangan. Misalnya:

  • Kapan nyeri mulai terasa?
  • Apakah Anda pernah merasakannya sebelumnya?
  • Apakah kadar stres Anda meningkat akhir-akhir ini?
  • Apakah Anda sering merasa sakit kepala, nyeri leher atau sakit gigi?
  • Obat dan suplemen apa yang Anda biasa konsumsi?
  • Apakah nyeri Anda bersifat konstan atau datang dan pergi?
  • Apakah ada aktivitas yang Anda curigai memicu rasa nyeri?
  • Apakah rahang Anda berbunyi klik atau pop saat Anda menggerakkannya? Apakah rasa klik itu menyakitkan?
  • Apa Anda kesulitan membuka mulut Anda?

Dokter atau dokter gigi akan menanyakan beberapa hal tambahan berdasarkan respon Anda saat pemeriksaan, gejala dan apa yang Anda butuhkan. Menyiapkan pertanyaan dan keterangan tentang kondisi Anda akan membantu Anda untuk mengefektifkan waktu berkonsultasi dengan dokter. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *