Kedutan di Hidung, Bukan Perkara Sepele, Sudah Selayaknya Dikendalikan

Sinusitis kronis berhubungan dengan depresi dan kecemasan
29Apr, 2019

JAKARTA — Pernahkah Anda melihat orang yang mengalami kedutan di hidung atau merasakannya sendiri? Jangan dianggap sepele apalagi dianggap sesuatu yang lucu. Karena kondisi ini perlu penanganan yang serius. Di Klinik Arfa Nyeri Wajah di RS Meilia, Cibubur keluhan seperti ini bisa ditangani dalam tempo sesingkat-singkatnya, sesuai dengan kondisi penyakit.

Kedutan hidung adalah kontraksi spontan dari otot hidung yang meski seringkali tak berbahaya namun bisa sangat mengganggu. Lebih jauh kondisi ini juga bisa mempengaruhi kualitas hidup. Meski kedutan hidung adalah hal yang spontan, tapi sangat mungkin untuk mengendalikan kejang secara temporer.

Kedutan hidung lebih sering terjadi pada anak-anak,tapi juga bisa terjadi pada orang dewasa. Ada sejumlah penyebab mengapa bisa terjadi hidung kedutan mulai dari kejang otot, stres hingga seserhana dehidrasi. Namun bisa jadi juga itu pertanda dari kondisi medis yang jauh-jauh lebih serius.

Hanya saja sebagai gejala dari hal yang serius lebih jarang terjadi. Bahkan jika terjadi pada anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan, biasanya akan segera hilang dalam hitungan bulan. Kontraksi atau kejang itu bisa berlangsung selama beberapa menit atau bahkan beberapa jam.

Uniknya ada teori yang mengatakan bahwa kedutan hidung adalah kondisi yang diturunkan. Sehingga sangat mungkin anak-anak sudah menurunkannya dari orang tua sejak kecil.

SEBAB KEDUTAN HIDUNG

1. Kekurangan vitamin dan mineral
Tubuh kita membutuhkan beberapa jenis vitamin dan mineral untuk menjaga kesehatan dan fungsi otot yang optimal. Vitamin dan mineral juga penting untuk fungsi saraf, sirkulasi darah dan pembentukan otot. Beberapa di antaranya misalnya: vitamin B, vitamin E, zat besi, kalium, kalsium, magnesium dan zinc. Dalam kasus kekurangan vitamin, dokter mungkin akan merekomendasikan suplemen.

2. Efek samping obat
Ada beberapa obat-obatan yang bisa memicu kedutan hidung, obat-obatan itu di antaranya, jenis-jenis : diuretik, obat asma, golongan statin, darah tinggi, hormonal. Jika memang kedutan hidung muncul saat mengonsumsi obat yang diresepkan, sangat dianjurkan untuk segera berkonsultasi dengan dokter.

3. Kerusakan saraf
Jika ada masalah dengan sistem saraf biasanya juga berdampak pada kedutan hidung. Misalnya saja pada kasus penyakit Parkinson yang bsia menyebabkan kedutan pada hidung penderita. Seseorang yang didiagnosis dengan kerusakan saraf, dokter mungkin akan menanganinya dengan mengurangi kekerapan kontraksi otot dulu.

4. Kelainan facial tics
Kelainan facial tics adalah kejang tak terkendari pada bagian wajah yang bisa berdampak pada kedutan hidung. Kondisi itu bisa menyerang siapapun, meski lebih sering terjadi pada anak-anak. Selain kedutan hidung, kelainan facial tic juga bisa menggejala berupa mengerdipkan mata, mengangkat alis mata berulang-ulang, berdehem atau membersihkan tenggorokan, bunyi klik-klik dengan lidah, menyeringai dan sebagainya.

Kejang wajah biasanya tak membutuhkan penanganan khusus dan hilang dengan sendirinya. Tapi segera temui dokter jika kondisi Anda sudah mempengaruhi kualitas hidup. Beberapa penanganan bisa direkomendasikan seperti: obat-obatan, terapi, injeksi botox, stimulasi otak, program pereda stres.

5. Sindroma tourette
Sindroma tourette adalah kelainan saraf yang menyebabkan seseorang mengalami gerakan-gerakan yang tak bisa dikendalikan dan membunyikan kejang. Gejala awal sering kali muncul saat kanak-kanak. Gejala lain bisa mencakup : gerakan mata yang cepat, mengerutkan hidung, menyentakkan kepala, memaki, mengendus, mengulang-ulang kata atau kalimat.

Sindroma tourette sering kali tak membutuhkan obat-obatan, selama tak memperngaruhi kondisi fisik dan mental. Siapapun yang yang didiagnosa dengan sindroma Tourette semestinya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan tindakan yang paling maksimal.

KESIMPULAN

Kedutan hidung mungkin berhubungan dengan efek samping dari diet atau obat-obatan tertentu. Namun, dikutip dari Top Health Journal kedutan yang terus menerus atau tics mungkin bisa berbahaya buat orang-orang tertentu dan membutuhkan intervensi medis.

Jadi jika Anda mengalami kedutan yang semakin memburuk, tindakan paling bijaksana adalah berkonsultasi dengan dokter untuk mendiskusikan gejala dan tindakan apa saja yang perlu dilakukan. Dokter akan memberikan pilihan setelah melakukan pemeriksaan yang sangat teliti. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *