Inilah Temporal Arteritis, Salah Satu Sumber Nyeri Wajah yang Bisa Ditangani Klinik Arfa

08Mar, 2019

JAKARTA — Temporal arteritis adalah kondisi dimana arteri temporal yang menyuplai darah ke kepala dan otak mengalami peradangan dan rusak.

Di Arfa Neuro Facial Pain Clinic yang berada di lantai 2 Rumah Sakit Meilia Cibubur, masalah ini dapat ditangani. Akan lebih baik lagi jika masalah ditemukan sedini mungkin.

Kondisi temporal arteritis juga dikenal dengan istilah cranial arteri atau sel raksasa arteritis. Meski kondisi ini biasanya muncul di temporal arteries, tapi bisa juga muncul di banyak tempat termasuk arteri yang medium dan besar di tubuh.

Berbagai penelitian menyebutkan fakta-fakta berikut:

– Sekitar 228 ribu orang di Amerika Serikat menderita masalah temporal arteritis ini (Jurnal Arthritis & Rheumatologystates).
– Orang yang berusia lebih dari 50 tahun lebih berisiko dibanding usia muda. (American College of Rheumatology)
– Wanita lebih berisiko terserang kondisi ini dibanding pria.
– Masyarakat Eropa Utara dan Skandinavia cenderung lebih berisiko mengalami.

Meski penyebabnya belum diketahui, kondisi ini diduga ada hubungannya dengan respon autoimun tubuh. Ada juga dugaan penggunaan antibiotik yang berlebihan dan beberapa jenis infeksi berat.

Sejauh ini tak ada pencegahan yang bisa dilakukan. Namun begitu diagnosis dibuat, temporal arteritis bisa ditangani untuk meminimkan komplikasi yang jika dibiarkan bisa berkembang jadi serius.

Gejala Temporal Arteritis.

Beberapa gejala dari temporal arteritis di antaranya:
– Penglihatan ganda.
– Kehilangan penglihatan yang sangat tiba-tiba di salah satu mata.
– Sakit kepala seperti tertusuk di bagian dahi.
– Kelelahan
– Rasa lemah
– Kehilangan selera makan
– Nyeri rahang yang seringkali muncul saat menguyah
– Demam
– Berat badan turun tanpa sebab
– Nyeri bahu, nyeri pinggul dan kekakuan organ
– Kulit kepala dan dahi terasa lembek

Gejala-gejala ini memang bisa muncul di kondisi lain. Jadi ada baiknya menghubungi dokter begitu muncul gejala yang Anda curigai akan membahayakan.

Diagnosis Temporal Arteritis

Dokter Anda mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik dan memeriksa kepala Anda untuk melihat ada bagian yang lembek. Dokter akan memberikan perhatian lebih pada arteri di kepala Anda. Cek darah akan diperlukan.

Beberapa tes darah untuk mendiagnosis temporal arteritis, termasuk tes:

– Hemoglobin untuk menghitung jumlah oksigen yang bisa mengangkut protein dalam darah Anda.
– Hematokrit untuk menghitung presentase di darah Anda untuk memproduksi sel darah merah.
– Fungsi liver untuk mempertimbangkan seberapa baik liver bekerja.
– Erythrocyte Sedimentation Rate (ESR) atau pengujian seberapa cepat sel darah merah mengendap di bawah tabung laboratorium. ESR yang tinggi bermakna ada peradangan yang terjadi.
– Protein A C-reactive untuk menghitung kadar protein yang dibuat dalam liver dan dilepaskan ke aliran darah setelah terjadinya cedera jaringan. Tingginya kadar komponen ini menunjukkan adanya peradangan di tubuh pula.

Meski pengujian ini bisa menolong, tes darah saja tak cukup untuk diagnosis. Dokter akan melakukan biopsi arteri yang mereka curigai terkena terdampak untuk membuat diagnosis yang lebih lengkap. Hal ini bisa dilakukan dengan anestesi lokal.

Pemeriksaan ultrasound akan memberi petunjuk tambahan tentang apakah Anda memang mengidap temporal arteritis. CT dan MRI saja kadang tak cukup membantu.

Potensi Komplikasi dari Temporal Arteritis

Jika tidak ditangani dengan benar, serius, komplikasi potensial temporal arteritis yang mengancam nyawa bisa terjadi:

– Peradangan dan kerusakan di pembuluh darah lain di tubuh.
– Pengembangan aneurysms termasuk aneurtik di aneurym
– Kehilangan penglihatan
Pelemahan otot mata
– Kebutaan
– Stroke

Aortic aneurysm bisa berujung pada pendarahan dalam yang masif. Kematian bisa muncul jika arteritis tidak ditangani semestinya. Bicaralah pada dokter Anda untuk meminimalkan komplikasi dari kondisi ini.

Penanganan Temporal Arteritis

Temporal arteritis tidak bisa disembuhkan. Maka, tujuan dari penanganan adalah meminimalkan kerusakan jaringan yang bisa muncul karena aliran darah yang tak cukup karena kondisi ini. Jika dicurigai ada temporal arteritis, penanganan semestinya dimulai secepatnya, meski hasil laboratorium belum mengonfirmasi diagnosis itu.

Jika hasil diagnosis mencurigakan dan hasilnya tertunda, dokter mungkin akan meresepkan kortikosteroid oral. Namun kortikosteroid bisa meningkatkan risiko munculnya kondisi ini :

– Osteoporosis
– Tekanan darah tinggi
– Pelemahan otot
– Glukoma
– Katarak

Potensi lain yang mungkin muncul:

– Peningkatan berat badan
– Peningkatan kadar gula darah
– Kulit menipis
– Mudah memar
– Penurunan fungsi sistem imun tubuh
– Sulit tidur malam dan mudah gelisah

Bicarakan dengan dokter tentang cara meminimalkan efek samping itu.
Dokter mungkin akan menyarankan aspirin untuk mengatasi gejala pada muskoloskeletal.

Treatment ini mungkin akan bisa bertahan selama dua tahun. Sementara Anda menjalani terapi kortikosteroid, penting juga bagi Anda untuk mendapatkan pemeriksaan dokter yang rutin.

Dokter harus memonitor perkembangan Anda, dan melihat bagaimana reaksi Anda terhadap terapi medis yang diberikan. Penggunaan kortikosteroid jangka panjang bisa menyebabkan efek dentrimental atau merusak pada tulang dan fungsi metabolik lainnya.

Langkah-langkah berikut umumnya direkomendasikan sebagai bagian dari perawatan:
– Mengonsumsi suplemen kalsium dan vitamin D
– Berhenti merokok
– Melakukan latihan beban, seperti saat berjalan
– Memeriksa kepadatan tulang secara teratur
– Sesekali memeriksa gula darah

Anda masih harus mengunjungi dokter untuk pemeriksaan setelah Anda menyelesaikan pengobatan. Ini karena arteritis temporal dapat kambuh.

Bagaimana Prospek Pengidap Temporal Arteritis ?

Kondisi penglihatan Anda dengan arteritis temporal akan tergantung pada seberapa cepat Anda didiagnosis dan dapat memulai pengobatan.

Arteritis temporal yang tidak diobati dapat menyebabkan kerusakan serius pada pembuluh darah di tubuh Anda. Hubungi dokter Anda jika Anda melihat gejala baru. Menahan komplikasi lebih lanjut akan lebih menguntungkan jika diagnosis dilakukan sedini mungkin.

Hubungan Temporal Arteritisa dan Polymyalgia Rheumatica (PMR)

Polymyalgia rheumatica (PMR) adalah suatu kondisi yang terjadi pada wanita lebih banyak daripada pria, yang menyerang mereka yang berusia sedikitnya 70-an tahun.

Kondisi ini menyebabkan ketidaknyamanan otot, rasa sakit, dan kekakuan di leher, bahu, lengan atas, pinggul, dan paha atas.

Penyebab PMR tidak diketahui tetapi kadang-kadang terkait dengan infeksi virus yang dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh meningkatkan peradangan.

Ada beberapa orang yang menderita arteritis temporal dan juga mengembangkan gejala PMR. Namun bagaimana dan mengapa kedua kondisi tersebut tumpang tindih tidak diketahui. Kedua kondisi tersebut merespon baik steroid oral.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *