Hidung patah

Hidung Patah dan Segala Hal yang Perlu Diketahui Tentangnya

JAKARTA — Dalam banyak pertarungan di film-film kita mudah menemukan adegan hidung yang patah. Baik karena hantaman atau tindak kekerasan apapun. Cedera hidung patah memang hal yang lumrah terjadi. Nah, jika di film penderita hidung patah dengan mudah bangkit dan bertarung lagi, dalam dunia nyata mungkin hal itu tidak dengan mudah dilakukan.

Nyeri di area wajah akibat hidung patah ini mesti dipahami untuk mengetahui apa saja dampaknya. Di Arfa Klinik Nyeri Wajah di Rumah Sakit Meilia, Cibubur, para dokter ahli bisa memberikan penjelasan tentang apa saja yang berkaitan dengan nyeri wajah dan hidung patah.

Hidung patah biasanya ditunjukkan dengan gejala tipikal seperti nyeri dan pembengkakan di sekitar hidung pendarahan, keluarnya cairan dari hidung dan kesulitan bernafas. Hidung patah terjadi ketika ada retakan atau patahan di tulang hidung, kadang efeknya juga bisa terjadi kerusakan pada jaringan penghubung atau tulang rawan di dalam hidung.

Hidung patah bisa disebabkan oleh banyak hal yang mengenai wajah. Mulai dari jatuh, tindak kekerasan, kontak tubuh saat berolah raga atau kecelakaan pada umumnya. Dengan mengetahui tanda-tanda hidung patah akan membuat penderita dengan cepat mendapatkan penanganan medis yang sesuai.

BAGAIMANA MENDIAGNOSIS HIDUNG PATAH

Hidung yang patah mungkin akan terlihat seperti bengkok atau bentuknya tak beraturan. Tanda dan gejala pada orang dewasa dan anak-anak sama saja. Tanda-tanda lain hidung patah misalnya:
– hidung berdarah
– sensasi hidung tersumba
– kesulitan bernafas melalui hidung
– hidung berderak ketika disentuh.
– bengkok atau bentuk hidung yang aneh

Baik anak-anak ataupun dewasa harus segera menemui dokter jika mengalami patah hidung dan menunjukkan beberapa gejala ini:
– bengkak berlangsung beberapa hari
– hidung berubah bentuk dan bengkok
– nyeri semakin bertambah atau menetap
– sulit bernapas melalui hidung begitu bengkak turun.
– mimisan atau sering keluar darah dari hidung.
– demam atau kedinginan.

Selain patah hidung yang tertutup ada kalanya cedera menyebabkan luka terbuka seperti :
– terjadi perdarahan yang banyak terus menerus
– sulit bernafas
– ada luka terbuka lebar di wajah
– ada serpihan benda lain di dalam hidung, misalnya kayu atau kaca
– tindakan darurat harus dilakukan secepatnya jika korban baik atau anak menunjukkan gejala cedera kepala.
– cairan bening keluar dari hidung
– sakit kepala
– penglihatan buram
– hilang kesadaran
– sulit bicara atau bergerak
– bingung dan hilang ingatan
– kejang-kejang

DIAGNOSIS

Dokter bisa mendiagnosis hidung yang patah cukup dengan melakukan pemeriksaan visul dan uji fisik di wajah penderita. Biasanya mereka akan melakukan:
– bertanya tentang gejala dan bagaimana cedera bisa terjadi
– mencari kemungkinan pembengkakan, memar dan pendarahan
– menekan beberapa bagian di hidung dan sekitarnya
– memeriksa bagian dalam hidung
– dokter mungkin akan menyuntikkan anestesi untuk membaalkan di area hidung jika penderita mengalami rasa sakit atau tak nyaman saat pemeriksaan.

Penelitian lebih lanjut mungkin dibutuhkan, seperti misalnya dengan CT scan atau X-Ray.

PERAWATAN SENDIRI

Saat hidung berdarah, duduk dengan posisi condong ke depan adalah tepat untuk mencegah tertutupnya saluran napas karena darah. Sangat tidak dianjurkan untuk mencoba-coba memperbaiki hidung patah sendiri tanpa pemeriksaan lebih lanjut dari ahli medis. Apalagi jika hidung terlanjur bengkok atau berubah bentuk.

Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan sebelum pergi ke dokter:
-Jangan panik, duduk dengan condong ke depan untuk mencegah darah masuk ke tenggorokan.
-Kompres dingin selama 15-20 menit beberapa kali.
-Minum pereda nyeri yang dijual bebas untuk mengurangi sakit dan pembengkakan.
-Jika ada luka ringan di permukan bersihkan dan tutup dengan perban.
-JIka ingin rebah, tinggikan bagian kepala untuk mengurangi pembengkakan.
-Hindari mengorek atau meniup hidung.

PENANGAN MEDIS

1. Perbaikan manual
Pada pasien yang mengalami perubahan bentuk dan hidung menjadi bengkok mungkin dokter akan melakukan perbaikan dan penyusunan kembali secara manual. Cara ini akan memperbaiki bentuk hidung sekaligus sebagai solusi untuk memudahkan pernafasan. Untuk melakukan ini, dokter mungkin akan melakukan

-Pembiusan dengan spray ke hidung atau injeksi ke area yang terdampak.
-Menggunakan spekulum atau alat medis apapun sebagai alat bantu memperbaiki tulang dan tulang rawan yang rusak.
-Memasang penyangga di bagian luar hidung untuk menjaga tulang dan tulang rawan tetap berada di tempatnya.
-Meresepkan antibiotik untuk mencega infeksi.
-Jika cedera telah berlangsung lebih dari 2 pekan, perbaikan manual mungkinm tidak bisa lagi dilakukan. Dokter mungkin akan merekomendasikan pembedahan untuk memperbaikinya.

2. Pembedahan
Dokter mungkin akan menganjurkan cara ini:
-Pada cedera yang parah
-Melibatkan beberapa tulang yang patah.
-Kerusakan pada septum nasal dan mempengaruhi pernafasan.
-Pembedahan hanya dilakukan pada cedera yang berusia lebih dari 2 pekan.
-Untuk penanganannya juga baru bisa dilakukan setelah 2-3 bulan pasca cedera. Ini dilakukan untuk menunggu pembengkakan kempis dan tulang sembuh sendiri sebelum ahli bedah berusaha mengembalikan ke bentuk semula.

3. Pemulihan
Retak pada tulang hidung biasanya akan sembuh dalam beberapa hari, tapi perlu beberapa pekan hingga rasa nyeri dan bengkak benar-benar hilang. Selama pemulihan dianjurkan tidak melakukan aktivitas yang memicu munculnya cedera lagi. Jika ada komplikasi biasanya pemulihan jadi lebih lama, misalnya:
-penyimpangan septum, yakni dinding tipis diantara dua lubang hidung yang bergeser. Ini mungkin membutuhkan pembedahan untuk memperbaikinya, apalagi jika memengaruhi pernapasan.
-kerusakan tulang rawan. Pembedahan tergantung pada tingkat kerusakannya.
-hematoma septal, atau penggumpalan darah yang memblok lubang hidung. Sangat penting untuk mencari penanganan medis untuk kondisi ini.
– kelainan bentuk hidung akibat hidung patah bisa jadi permanen jika seseorang tak mendapatkan penanganan yang tepat

BEBERAPA PENYEBAB HIDUNG PATAH

-Tindak kekerasan
-Jatuh
-Kecelakaan seperti pada pengendara sepeda motor dan benturan.
-Cedera olah raga

FAKTOR RISIKO

-Anak-anak lebih berisiko dibanding orang dewasa. Demikian juga usia lanjut yang sama-sama punya massa tulang lebih tidak padat.
-Peserta olahraga seperti sepak bola atau bela diri
-Mengikuti aktivitas yang berisiko jatuh, seperti sku dan bersepeda.
-Perkelahian.
-Mengendarai kendaraan tanpa pelindung seperti helm atau sabuk keselamatan.
-Kekerasan dalam rumah tangga.

PENCEGAHAN

Meski tak selalu bisa dihindari, orang bisa melakukan pencegahan dengan:
-Menggunakan pelindung seperti helm dan sabuk pengaman untuk aktivitas tertentu.
-Menggunakan sepatu yang tepat untuk mencegah jatuh.
-Menggunakan tongkat penyangga saat berjalan jika dibutuhkan.
-Orang tua dan pengasuh harus lebih waspada saat anak-anak beraktivitas
-Memasang pegangan di tangga dan bagian lain di rumah yang dibutuhkan.
-Menyingkirkan karpet atau apapun yang bisa jadi sebab terjungkal. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jl. Warung Jati Barat No. 34, RT007/005, Kalibata, Jakarta 12760

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

Book Online

Appointment Now