Gondok, Penyakit Nyeri Wajah yang Bisa Menular

Gomdok, seorang dokter sedang memeriksa seorang anak yang didugaterserang gondok atau mumps
14Mei, 2019

JAKARTA — Penyakit gondok atau mumps mungkin sudah tak terlalu asing buat kita. Hanya saja bisa jadi tak banyak yang tahu, penyakit infeksi ini bisa menyebabkan nyeri wajah yang tak tertahankan juga.

Pasalnya penyakit ini menyebabkan kelenjar liur membengkak dan membuat rahang dan area wajah membengkak, nyeri dan membuat pengidap jadi sangat tak nyaman.

Di Arfa Klinik Nyeri Wajah, di Rumah Sakit Meilia Cibubur lantai 2 kasus-kasus seperti ini akan mendapatkan perhatian yang cukup besar. Bukan sekadar untuk menyembuhkan sakit tapi juga mengatasi rasa nyeri yang ditimbulkannya.

Mumps disebabkan oleh salah satu jenis virus yang disebut Rubulavirus, bagian dari keluarga Paramyxovirus. Infeksinya terjadi pada kelenjar liur di dasar dan belakang rahang.

Akibatnya kelenjar membengkak sehingga rahang dan pipi jadi terasa bengkak dan lunak.

Meski sangat menular, penyakit ini sebenarnya sempat mereda di dunia karena penggunaan vaksin. Namun di beberapa tempat di dunia, kasus ini sempat terjadi lagi karena ada beberapa individu yang enggan atau menolak melakukan vaksinasi.

Padahal mumps bisa sangat serius implikasinya. Pada pria bisa menyebabkan infertilitas atau kemandulan, keguguran pada ibu hamil, kehilangan pendengaran, radang otak, meningitis, pankreatitis hingga masalah jantung. Komplikasi ini lebih banyak menyerang remaja dan dewasa dibandingkan pada anak-anak.

GEJALA DAN PENANGANAN

Gejala penyakit gondok atau mumps tidak muncul begitu saja begitu infeksi terjadi. Biasanya penyakit membutuhkan waktua 2 pekan sampai gejala muncul, meski saatnya gejala muncul antara 12-25 hari setelah infeksi.

Gejala paling umum pada mumps adalah pipi yang menggembung karena membengkaknya kelenjar saliva atau lius.

Pembengkakan ini biasanya akan diikuti oleh nyeri wajah, demam, nyeri otot, sakit kepala, rasa lemah, kelelahan dan hilangnya selera makan. Demikian seperti dikutip dari Mayo Clinic dan Livescience.

Virus akan bersifat sangat menular pada 9 hari setela gejala pertama muncul dan dengan cepat menyebar di seluruh kelenjar saliva. Artinya saat pengidap batuk, bersin atau berbagi benda yang terkontaminasi penyebaran akan terus berlangsung ke pengidap baru.

Outbreak biasanya akan mudah terjadi di area yang padat seperti kampus, sekolah, dan tempat kerja. Karenanya pengidap harus berobat sesegera mungkin.

Tak ada tindakan yang bisa dilakukan untuk mumps-nya sendiri. Yang bisa dilakukan adalah membangkitkan sistem daya tahan tubuh untuk memukul mundur virus, demikian seperti dikutip dari Cleveland Clinic.

Pengidap bisa membantu proses membangkitkan daya tahan tubuh ini dengan banyak minum air putih, mengonsumsi obat antinyeri, dan melakukan kompres dingin dan panas di area yang membengkak untuk meredakan nyeri.

PENCEGAHAN

Sejak tahun di Amerika Serikat telah diselenggarakan program vaksinasi sedunia. Sejak tahun 1989, program vaksinasi mumps yang terdiri dari paket vaksinasi Mumps-Measles-Rubella (MMR) diperkenalkan. Banyak negara yang kemudian juga menjadikan paket vaksinasi ini sebagai program mereka.

Idealnya anak-anak bisa mendapatkan dosis pertama vaksin mereka pada usia 12-15 bulan. Lalu paket kedua didapatkan pada usia 4-6 tahun. Semakin banyak paket yang didapatkan, disebutkan akan semakin baik vaksin bekerja. Menurut Centers for Disease Control (CDC) lembaga pengendalian penyakit Amerika, dua paket vaksinasi sudah memberikan perlindungan 88 persen dari kemungkinan terserang penyakit. Sementara orang yang hanya mendapat satu paket hanya terlindungi sebanyak 78 persen.

Sejak program MMR diperkenalkan angka kejadian gondokan menurun drastis . Dilaporkan di Amerika hanya beberapa kasus terjadi dalam satu tahun. Namun sejak 2006 ada kejadian peningkatan kasus karena munculnya gerakan antivaksinasi pada orang tua yang tidak mau memvaksinkan anaknya, sementara imunitas vaksinasi yang sebelumnya ada mulai berkurang setelah satu dekade.

Para ahli kini menganjurkan vaksinasi paket ke tiga untuk siapapun — bahkan yang sudah menerima dua paket sebelumnya — terutama di daerah-daerah tempat wabah terjadi. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *