Bukan Gemuk, Waspadai Ketika Wajah Membengkak

Wajah membengkak
24Mei, 2019

JAKARTA — Tak semua perubahan bentuk wajah menjadi lebih besar berhubungan dengan pertambahan berat badan. Ada banyak sebab mengapa wajah bisa terlihat membesar dan membengkak. Beberapa kemungkinan misalnya karena cidera, reaksi alergi hingga infeksi

Meski jarang terjadi tapi bisa saja terjadi bahwa pembengkakan wajah bisa jadi akibat dari anaphylaxis yang merupakan kondisi kedaruratan medis yang membutuhkan penanganan segera.

Selain anaphilaxis beberapa sebab wajah membengkak adalah sebagai berikut:

1. ACTINOMYCOSIS

Actinomycosis jarang terjadi tapi bisa sangat berbahaya. Penyebabnya adalah infeksi bakteri yang menyebabkan wajah membengkak dan mengalami abses pada jaringan lunak di tubuh. Kondisi ini biasanya menyerang mulu, hidung, tenggorokan, perut dan pencernaan.

Gejala lain dari actinomycosis adalah : nyeri dada, batuk, demam, benjol di wajah, luka di kulit dan berat badan turun.

Dokter biasanya akan meresepkan antibiotik dosis tinggi. Dibutuhkan waktu beberapa bulan untuk pulih dari infeksi ini meski sebenarnya tidak menular.

2. ALERGI KONJUNGTIVITIS

Alergi konjungtivitis adalah tipe peradangan pada mata yang muncul saat seseorang mengalami reaksi alergi. Alergen atau pemicu alergi termasuk:
– Debu.
– Spora jamur.
– Bulu hewan peliharaan.
– Serbuk sari.

Alergi ini mengakibatkan mata menjadi kemerahan, gatal, dan rasa terbakar. Namun kulit di sekitarnya juga jadi membengkak terutama saat bangun tidur. Orang bisa mencegah alergi konjungtivitis dengan menghindari diri dari alergen.

Untuk kondisi darurat, pengidap bisa menggunakan kompres dingin di area yang meradang. Cara ini bisa diikuti dengan konsumsi obat-obatan antinyeri. Sangat penting untuk mengingat agar tidak mengucek mata, karena bisa memperburuk kondisinya.

3. ANAPHYLAXIS

Anaphylaxis adalah reaksi alergi terhadap alergen. Ini adalah kondisi kedaruratan medis yang bisa fatal. Gejalanya biasanya langsung muncul setelah paparan alergen dan dalam waktu singkat kondisi bisa langsung memburuk. Yaitu :

– Sulit bernapas
– Diarea.
– Wajah membengkak
– Gatal-gatal, kemerahan dan ruam.
– Kehilangan kesadaran.
– Mual dan muntah.
– Detak jantung cepat.
– Tekanan darah turun dengan cepat.

Mereka yang sekali mengalami anaphylaxzis sejak pertama kali, harus mewaspadai risiko serangan lagi di masa depan. Cara paling sederhana adalah dengan menghindari alergen dan membawa obat untuk pertolongan pertama saat serangan datang.

4. ANGIOEDEMA

Angioedema adalah pembengkakan yang terjadi jauh di dalam kulit dan hasil dari reaksi alergi terhadap makanan, obat-obatan, atau alergen lain, seperti gigitan atau sengatan serangga. Seiring dengan pembengkakan wajah, gejala angioedema lainnya mungkin termasuk: gatal-gatal, ruam dan kram perut.

Angioedema ringan tidak selalu memerlukan perawatan, meskipun orang harus terus menghindari alergen yang bertanggung jawab atas gejala mereka. Mereka yang memiliki gejala sedang hingga parah mungkin memerlukan epinefrin, antihistamin, dan obat lain.

Untuk kondisi darurat, pengidap bisa menggunakan obat rumahan untuk mengurangi ketidaknyamanan termasuk menggunakan kompres dingin dan mengenakan pakaian longgar.

5. HIDUNG PATAH

Cedera pada wajah dapat menyebabkan tulang di hidung pecah. Trauma ini juga dapat menyebabkan pembengkakan wajah dan gejala lainnya, seperti:
– Hidung bengkok
– Memar
– Mimisan
– Rasa sakit

Hidung patah tidak selalu membutuhkan perawatan medis, tetapi seseorang harus tetap mengunjungi dokter jika mengalami cedera wajah. Perawatan untuk hidung patah biasanya terdiri dari penghilang rasa sakit, belat, dan kompres dingin. Beberapa orang mungkin memerlukan pembedahan.

6. CELLULITIS

Cellulitis adalah infeksi bakteri pada kulit yang menyebabkan area kemerahan dan pembengkakan yang terasa panas saat disentuh. Itu juga cenderung menyakitkan. Tanpa pengobatan, selulitis dapat mengancam jiwa. Tanda-tanda infeksi parah termasuk: demam, panas dingin, garis merah dari ruam.

Dokter biasanya meresepkan antibiotik oral untuk mengobati cellulitis, yang harus dikonsumsi seseorang minimal 5 hari. Beristirahat dan minum obat penghilang rasa sakit dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan.

7 . SINDROMA CUSHING

Sindroma Cushing adalah kelainan yang terjadi ketika tubuh membuat terlalu banyak hormon kortisol. Orang dengan sindroma Cushing cenderung memiliki wajah bulat bengkak. Mereka juga mungkin memiliki kulit yang mudah memar dan rambut tubuh berlebih atau tebal.

Menggunakan glukokortikoid dosis tinggi adalah penyebab umum sindroma Cushing. Beberapa tumor juga dapat menyebabkan tubuh membuat terlalu banyak kortisol. Namun, jarang untuk kondisi menjadi endogen, yang berarti bahwa itu hasil dari masalah di dalam tubuh.

Menurut Institut Nasional Diabetes dan Penyakit Pencernaan dan Ginjal, bentuk kondisi endogen mempengaruhi 40 sampai 70 dari setiap sejuta orang. Pengobatan tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Pilihannya termasuk obat-obatan yang mengurangi kortisol, pembedahan, radiasi, dan kemoterapi.

8. ALERGI OBAT

Reaksi alergi terhadap obat tertentu bisa jadi kondisi darurat medis. Seiring dengan pembengkakan wajah, alergi obat dapat menyebabkan:

– Kesulitan bernafas
– Demam
– Gatal-gatal
– Rruam merah yang gatal
– Detak jantung yang cepat
– Sakit perut
Penting memberi tahu dokter, dokter gigi, dan apoteker jika pasien mengidap alergi obat yang diketahui dan menghindari penggunaan obat itu.

9. HIPOTIROIDISME

Hipotiroidisme, atau tiroid yang kurang aktif, adalah suatu kondisi di mana kelenjar tiroid tidak menghasilkan hormon yang cukup. Hormon tiroid membantu tubuh mengatur penggunaan energinya.Wajah bengkak dan bengkak adalah salah satu gejala hipotiroidisme. Gejala lain termasuk:
– Sembelit
– Depresi
– Kulit kering
– Kelelahan
– Merasa dingin
– Kolesterol Tinggi
– Kelemahan otot
– Sendi yang nyeri atau kaku
– Detak jantung lambat
– Pertambahan berat badan

Orang yang mengalami gejala tiroid yang kurang aktif harus memeriksakan diri ke dokter untuk diagnosis. Menurut American Thyroid Association, hingga 60 persen orang dengan penyakit tiroid tidak menyadari bahwa mereka memiliki kondisi ini.

Tidak ada obat untuk hipotiroidisme, tetapi obat-obatan dan perubahan gaya hidup dapat membantu orang mengelola gejala mereka.

10. PREEKLAMSIA

Preeklampsia adalah suatu kondisi yang terjadi pada kehamilan dan membutuhkan perawatan medis yang mendesak. Tanda-tanda awal termasuk peningkatan tekanan darah dan tingginya kadar protein dalam urin. Komplikasi termasuk tekanan darah tinggi yang berbahaya, kerusakan ginjal dan hati, dan kejang.

Gejalanya meliputi:
– Sakit perut
– Sakit kepala persisten
– Kenaikan berat badan mendadak
– Pembengkakan pada wajah dan tangan
– Perubahan visi

Dokter dapat merekomendasikan kelahiran bayi secara dini untuk mengatasi preeklampsia. Namun, ini akan tergantung pada tahap kehamilan dan tingkat keparahan kondisinya. Jika kondisi ini berkembang lebih awal dari 37 minggu dalam kehamilan, seorang dokter dapat merekomendasikan pemantauan medis dan obat-obatan untuk menurunkan tekanan darah dan mencegah kejang.

11. SINUSITIS

Sinusitis adalah kondisi umum yang terjadi ketika ada peradangan pada saluran hidung dan sinus. Kondisi ini dapat disebabkan oleh alergi atau infeksi bakteri atau virus.Sinusitis dapat menyebabkan pembengkakan dan nyeri di sekitar hidung dan mata, bersama dengan:
– Batuk
– Kelelahan
– Demam
– Sakit kepala
– Hidung meler atau pengap
– Sakit tenggorokan

Obat rumahan untuk mengendalikan sinusitis termasuk tetap terhidrasi, kompres hangat, dan menggunakan terapi uap. Dekongestan yang dijual bebas dapat mengurangi kemacetan sementara pereda nyeri dapat meringankan gejala sakit kepala. Jika gejalanya tidak membaik setelah beberapa minggu, ini mungkin menunjukkan bahwa seseorang terserang infeksi bakteri yang memerlukan perawatan antibiotik.

12. INFEKSI GIGI

Abses atau infeksi pada gigi atau gusi dapat menyebabkan pembengkakan di sekitar rahang. Infeksi juga menyebabkan rasa sakit dan nyeri di daerah yang terkena.

Dokter gigi biasanya akan meresepkan antibiotik untuk mengobati infeksi, dan mereka dapat melakukan prosedur saluran akar untuk mengangkat saraf dan pulpa yang rusak dari gigi yang sakit.

13. SINDROM VENA SUPERIOR

Sindrom superior vena cava (SVC) adalah kondisi serius yang dapat menyebabkan pembengkakan dan perubahan warna pada wajah dan leher.

Vena cava superior adalah vena besar yang membawa darah dari kepala, leher, dan dada bagian atas kembali ke jantung. Sindrom SVC terjadi ketika vena ini menjadi terhambat.

Penyebab obstruksi ini sering berupa tumor yang menekan vena, yang dapat terjadi pada seseorang dengan kanker paru-paru atau payudara. Namun, ada beberapa kemungkinan penyebab lainnya, termasuk TBC dan tiroid yang bengkak.Orang dengan gejala sindrom SVC harus segera mengunjungi dokter.

Gejala sindrom SVC dapat berkembang secara bertahap dari waktu ke waktu dan mungkin juga termasuk:
– Sesak napas
– Batuk
– Kesulitan menelan
– Sakit kepala
– Pusing (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *