Biaya Operasi Trigeminal Neuralgia

Biaya Operasi Trigeminal Neuralgia
01Okt, 2018

Biaya Operasi Trigeminal Neuralgia Ternyata Tidak Semahal Itu 

Sebelum Membahas menganai Biaya Operasi Trigeminal Neuralgia, Mari kita berkenalan dengan Trigeminal Neuralgia. 6 dari 100.000 orang di dunia mengalami nyeri luar biasa pada wajahnya. Nyerinya sangat ngeri. Desir angin bagai tamparan. Elusan bagai sayatan. Dunia medis menyebutnya sebagai trigeminal neuralgia.

“Dari skala 1 sampai 10, nyeri ini skalanya 10,” kata dr Mahdian Nur Nasution Sp BS, spesialis bedah saraf dari Klinik Nyeri dan Tulang Belakang, Jakarta.

Trigeminal neuralgia bertambah ngeri karena Diagnosis Trigeminal Neuralgia memakan waktu lama dan tak cukup lewat tes darah, rontgen, dan Magnetic Resonance Imaging (MRI).

“Kebanyakan pasien baru didiagnosa trigeminal neuralgia setelah bertahun-tahun berobat. Tes darah tidak akan bisa melihat. MRI saja juga tidak. Diagnosis biasanya ditegakkan dari cerita pasien,” katanya dalam diskusi tentang trigelminal neuralgia di Klinik Nyeri dan Tulang Belakang, Kamis (27/9/2018).

Pengobatan dan Biaya Operasi Trigeminal Neuralgia

Sejumlah obat seperti carbamazepin, obat anti epilepsi, dan gabapentin menjadi alternatif pertama untuk terapi. Sayangnya, kerap kali obat tak efektif. Rasa sakit tetap muncul walaupun menenggak dosis hingga 1.200 mg per harinya. Langkah paling mujarab adalah operasi. Dokter akan membedah kepala, memasang lapisan teflon di antara saraf dan pembuluh darah yang berdekatan. Kelemahan operasi adalah mahal. Biayanya mencapai Rp 150 juta.

Pasien juga harus dalam keadaan fit, tidak punya riwayat ginjal dan hipertensi. Botox juga bisa menjadi alternatif tindakan. Namun efeknya hanya sebentar. Pasien akan kambuh dalam waktu 3 bulan. Tindakan paling optimal adalah ablasi frekuensi radio. Dengan tindakan itu, saraf sumber rasa sakit akan dipanaskan dengan alat yang memancarkan gelombang persis dengan gelombang radio AM. Panas akan mematikan ujung saraf sehingga tidak menghantarkan sinyal sakit.

“Ibaratnya kita mematikan sekring agar listrik tidak mengalir,” kata Mahdian. Saat tindakan, pasien akan dibius. Di bagian akhir, pasien akan dibangunkan untuk mengetahui efektifitas tindakan. Kelebihan Radiofrekuensi Ablasi dibandingkan terapi lain adalah harganya yang lebih murah, hanya Rp 18 juta termasuk obat.

Potensi kekambuhan juga lebih lama. Kelebihan lain adalah waktu tindakan yang hanya 15-30 menit dan tanpa rawat inap. Setelahnya, rasa sakit pasien 80 persen berkurang dan berangsur menghilang. Banyak penyakit bisa dicegah tetapi sayangnya trigeminal neuralgia tidak. “Ini bukan penyakit karena gaya hidup. Saat kena, hanya perlu menemui dokter yang tepat,” kata dr Mahdian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *