Beberapa Solusi Nyeri Wajah yang Bisa Anda Konsultasikan ke Dokter Ahli di Klinik Arfa

Trigeminal Neuralgia Terapi
19Mar, 2019

JAKARTATrigeminal  neuralgia adalah salah satu jenis nyeri wajah yang sangat menyiksa bagi penderita. Satu stimuli kecil dan sederhana saja bisa membangkitkan rasa nyeri seperti sengatan listrik.

Tingkat rasa nyeri itu bahkan sampai membuat penderita jika boleh memilih untuk bunuh diri. Nyeri wajah trigeminal neuralgia biasanya akan terasa menyebar ke area rahang, pipi dan dahi di atas mata. Trigeminal neuralgia adalah kondisi kronis yang mempengaruhi saraf trigeminal. Kondisi ini memicu sensasi nyeri dari wajah ke otak.

“Gejala awal yang sering terjadi pada pasien dengan trigeminal neuralgia adalah nyeri di wajah yang terjadi secara spontan, dalam waktu yang singkat,” kata Dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS, pakar masalah nyeri dari Lamina Pain and Spine Center dan Arfa Neuro Facial Pain Clinic.

DIAGNOSIS TRIGEMINAL NEURALGIA

Ini yang sering terjadi: ketika pasien pertama kali mengeluhkan nyeri wajah, mereka akan mengunjungi dokter umum atau dokter gigi.

Tapi jika nyeri terus berlanjut, akan sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan ahli saraf atau bedah saraf. Di Arfa Neuro Fascial Pain Clinic yang saat ini ada di RS. Meilia Cibubur lantai 2, Anda bisa mengkonsultasikan kondisi Anda dengan sejumlah ahli.

Bahkan jika Anda ingin tahu dulu sebelumnya tentang kondisi nyeri wajah Anda, Anda bisa berkonsultasi lebih dulu dan membuat janji bertemu dengan dokter melalui layanan WhatsApp di nomer 0821-13406359.

Saat pemeriksaan dokter mungkin akan menyentuh area di wajah Anda untuk menentukan titik sumber rasa nyeri dan seberapa jauh rasa nyeri itu menyebar.

Untuk lebih memperjelas kondisi ‘bagian dalam’ sumber nyeri Anda, dokter akan meminta Anda menjalani pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI).

MRI bisa menentukan pembuluh darah mana yang menekan saraf trigeminal sehingga rasa nyeri muncul. Semua diagnosis akan dibuat dengan sangat hati-hati berdasarkan gejala yang dirasakan pasien.

APA SAJA PENANGANAN YANG ADA SAAT INI

Pengobatan untuk kondisi ini sangat beragam. Mulai dengan obat-obatan, pembedahan, prosedur jarum injeksi dan radiasi.

Langkah pertama pengobatan selalu dengan obat-obatan. Jika obat-obatan gagal mengendalikan rasa nyeri dan menyebabkan efek samping yang tak bisa diterima tubuh, ahli bedah saraf mungkin akan mempertimbangkan prosedur lain.

PENGOBATAN

Obat-obatan yang dijual bebas seperti aspirin dan ibuprofen tidak akan mempan melawan trigeminal neuralgia. Biasanya akan dicobakan obat-obatan anticonvulsan dan muscle relaxant (relaksan untuk otot). Obat-obatan ini memang biasa digunakan untuk trigeminal neuralgia dan digunakan sejauh bisa mengendalikan nyeri dan efek samping tidak mengganggu aktivitas pasien.

Sekitar 80 persen pasien berdasarkan sebuah penelitian pernah merasakan redanya nyeri dengan obat-obatan ini. Namun untuk efektivitas kerja obat, obat harus dikonsumsi secara reguler untuk menjaga kadarnya dalam darah.

Jika obat-obatan mulai kehilangan efektivitasnya, dokter mungkin akan meningkatkan dosisnya atau mengganti dengan obat lain. Kadang ada beberapa obat dengan efek samping seperti rasa mengantuk, rasa tak stabil, mual, ruam kulit dan kelainan di darah.

Untuk itu pasien harus dimonitor secara rutun dan memeriksa darah untuk memastikan kadar obat dalam darah dalam kondisi aman dan tak terjadi kelainan darah. Ada kalanya terapi obat campuran juga dilakukan.

Disamping kelompok anticonvulsant ada kelompok relaksan otot juga yang digunakan untuk trigeminal neuralgia. Efek samping yang kadang-kadang muncul misalnya kebingungan, mual dan rasa kantuk.

PEMBEDAHAN

Tujuan dari tindakan ini adalah untuk menghentikan aliran darah di pembuluh yang menekan saraf trigeminal, atau untuk memotong saraf agar tidak terus menerus mengirim sinyal nyeri ke otak.

Pembedahan dilakukan di bawah pembiusan total. Akan ada sayatan 2,5 centimeter untuk pembukaan di tengkorak yang disebut dengan craniotomy dan mungkin pasien harus dirawat selama 1-2 hari.

1. Microvascular decompression (MVD) adalah pembedahan yang secara lembut untuk membebaskan saraf dari tekanan pembuluh dan mengubah jalur pembuluh darah agar tak menekan saraf trigeminal. Caranya? Dengan memasang secara permanen bantalan spons teflon untuk menahan pembuluh darah.

MDV disebutkan bisa menghilangkan rasa nyeri pada 95 persen pasien. Sekitar 20 persen dari pasien MDV melaporkan kembalinya rasa nyeri setelah 10 tahun.

Keuntungan dari MVD adalah mengecilnya atau sama sekali hilangnya rasa nyeri dan kebas di wajah. Kerugiannya adalah risiko anethesia dan pembedahan di dekat otak.

2. Sensory rhizotomy adalah pemotongan akar saraf trigeminal yang tak bisa diubah lagi dalm hubungannya dengan batang otak. Sebuah lubang kecil dibuat di bagian belakang tengkorak. Stimulasi percobaan digunakan untuk mengidentifikasi akar motorik saraf.

Akar motorik, yang mengontrol otot-otot mengunyah, harus dipertahankan. Serat akar sensorik, yang mengirimkan sinyal rasa sakit ke otak yang diberi tindakan.

Karena sifatnya yang tak bisa diubah lagi, keputusan melakukan tindakan harus dilakukan dengan pertimbangan matang dan hanya dilakukan jika kekambuhan nyeri tak lagi merespon tindakan lainnya.

3. Peripheral neurectomy adalah tipe pembedahan yang dapat dilakukan ke cabang saraf dengan memaparkannya pada wajah melalui sayatan kulit kecil. Pemotongan saraf supraorbital (cabang divisi V1) mungkin tepat jika rasa sakit diisolasi ke daerah di atas dahi. Pemotongan saraf infraorbital (cabang pembelahan V2) dapat dilakukan jika rasa sakit terbatas pada area di bawah mata sepanjang tulang pipi atas. Sayangnya memotong saraf menyebabkan mati rasa wajah total di wilayah yang disuplai saraf.

RADIOSURGERI

Radiosurgeri adalah prosedur noninvasif yang bisa dilakukan pasien rawat jalan dengan menggunakan sinar radiasi yang sangat terfokus untuk menghancurkan beberapa serat akar saraf trigeminal yang menghasilkan rasa sakit.

Sinar radiasi yang sangat terfokus akan dikirim ke akar saraf trigeminal. Pada beberapa minggu setelah perawatan, lesi (cedera) berkembang di mana radiasi terjadi.

Rasa nyeri wajah mungkin tak serta merta hilang, tapi secara berangsur-angsur. Karenanya pasien akan diminta untuk minum obat dalam jangka waktu tertentu. Tindakan radiosurgeri akan dianggap sukses jika nyeri tak datang ketika dosis obat diturunkan atau dihilangkan sama sekali.

Setelah empat minggu, sekitar 50 persen pasien akan merasakan meredanya rasa nyeri meski dengan obat dosis rendah atau tanpa obat. Setelah 8 minggu, 75 persen akan merasakan nyeri mereda tanpa obat atau obat dosis rendah.

Komplikasi yang terjadi termasuk rasa kebas dan mata kering. Sekitar 30 persen pasien mengeluhkan nyeri muncul lagi setelah 3-5 tahun setelah tindakan. Tindakan ulangan mungkin efektif tapi risiko kebas wajah bisa meningkat.

PROSEDUR UNTUK PASIEN RAWAT JALAN

Prosedur jarum adalah teknik invasif minimal untuk mencapai saraf trigeminal melalui wajah tanpa sayatan kulit atau pembukaan tengkorak.  Dilakukan dengan jarum berlubang yang dimasukkan melalui kulit (perkutan) pipi ke dalam saraf trigeminal di dasar tengkorak.

Tujuan dari prosedur rhizotomy atau injeksi adalah untuk merusak area saraf trigeminal agar tidak mengirimkan sinyal rasa sakit ke otak.

Merusak saraf menyebabkan mati rasa wajah ringan sampai berat di daerah itu. Prosedur rawat jalan ini biasanya dilakukan dengan anestesi lokal dan sedasi ringan. Pasien biasanya pulang pada hari yang sama.

1. Radiofrequency rhizotomy, juga disebut Percutaneous Stereotactic Radiofrequency Rhizotomy (PSR), menggunakan arus pemanasan untuk secara selektif menghancurkan beberapa serabut saraf trigeminal yang menghasilkan rasa sakit.

PSR memberikan penghilang rasa sakit segera untuk 98 persen pasien. Sekitar 20 persen pasien mengalami kekambuhan rasa sakit dalam 15 tahun. Pengobatan, ulangi PSR, atau prosedur bedah lain dapat dipertimbangkan. Komplikasi mungkin termasuk penglihatan ganda, kelemahan rahang, kehilangan refleks kornea, disestesia (mati rasa merepotkan). Mati rasa wajah sebagian di daerah di mana rasa sakit ada diharapkan. Komplikasi lain, seperti penglihatan kabur atau masalah mengunyah, biasanya bersifat sementara.

2. Injeksi gliserol mirip dengan PSR karena jarum berlubang melewati pipi ke saraf. Jarum diposisikan dalam cawan trigeminal (area berisi cairan di ganglion).

Gliserol disuntikkan ke dalam tangki untuk merusak beberapa serabut saraf trigeminal yang menghasilkan rasa sakit. Karena lokasi gliserol tidak dapat dikontrol dengan tepat, hasilnya agak tidak dapat diprediksi.

Suntikan gliserol memberikan penghilang rasa sakit segera pada 70 persen pasien. Sekitar 50 persen pasien mengalami kekambuhan rasa sakit dalam 3 hingga 4 tahun. Seperti halnya PSR, mati rasa di wajah sebagian diperkirakan terjadi dan komplikasinya mirip.

3. Ballon Compression atau kompresi balon mirip dengan PSR di mana jarum berlubang melewati pipi ke saraf. Namun, ini dilakukan di bawah pengaruh bius total. Dokter bedah menempatkan balon di saraf trigeminal melalui kateter. Balon mengembang di mana serat menghasilkan rasa sakit.
Balon menekan saraf, melukai serat yang menyebabkan rasa sakit. Setelah beberapa menit, balon dan kateter dilepas.

Kompresi balon memberikan penghilang rasa sakit segera untuk 80 persen pasien. Sekitar 20 persen pasien mengalami kekambuhan rasa sakit dalam 3 tahun. Komplikasi dapat meliputi mati rasa ringan, masalah mengunyah, atau penglihatan ganda.

PEMULIHAN

Tidak ada satu prosedur yang terbaik untuk semua orang dan setiap prosedur bervariasi dalam efektivitasnya dibandingkan efek samping.

Microvascular decompression (MVD) dan radiofrequency rhizotomy (PSR) memiliki tingkat penyembuhan nyeri jangka panjang yang sebanding yang tertinggi di antara opsi yang tersedia.

Dalam sebuah penelitian terhadap sekitar 100 pasien atau lebih yang diterbitkan dalam 10 tahun terakhir, tingkat penghilang rasa sakit adalah 77 persen dalam 7 tahun untuk MVD dan 75 persen dalam 6 tahun untuk rhizotomy PSR.

Dari pasien yang dirawat dengan radiosurgeri, perawatan yang tepat bagi mereka yang tidak dapat menjalani MVD atau yang ingin menghindari mati rasa di wajah yang terkait dengan PSR, 60 persen mengalami hilangnya rasa sakit selama 5 tahun. Neuralgia Trigeminal dapat kambuh di bagian saraf yang sebelumnya bebas dari rasa sakit.

Untuk itu konsultasi dan pemeriksaan rinci dengan dokter ahli sangat disarankan sebelum memilih tindakan apa yang akan dilakukan sebagai solusi untuk nyeri wajah yang dialami. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *