Acoustic Neuroma

Acoustic Neuroma, Nyeri Wajah yang Bisa Membuat Pengidap Kehilangan Pendengaran

JAKARTA — Acoustic neuroma adalah jenis tumor yang nonkanker. Nama lainnya adalah vestibular schwannoma. Tumor ini bisa berkembang di saraf yang menghubungkan otak dengan telinga.

Karena tumor ini jinak, maka sangat mungkin tidak menyebar ke bagian tubuh lain. Namun tetap saja tumor ini bisa berkembang dan membesar sehingga cukup besar untuk merusak saraf-saraf yang penting.

Kondisi ini bisa menyerang orang dewasa yang berusia antara 30 sampai dengan 60 tahun, tanpa penyebab yang jelas.

Menurut lembaga Acoustic Neuroma Association di Amerika Serikat, acoustic neuroma bisa muncul satu kasus dari setiap 50 ribu orang.

SIAPA SAJA YANG BERISIKO ?

Salah satu yang diketahui sebagai faktor risiko acoustic neuroma adalah jika memiliki orang tua dengan kelainan genetis yang disebut neurofibromatosis 2 (NF2). Sebagian besar jenis tumor ini muncul secara spontan. Maka ada orang-orang yang meski dari keluarga tanpa sejarah medis tertentu mengalami masalah ini.

Hingga kini peneliti belum memahami mengapa ada orang yang mengidap tumor ini dan sebagian lagi tidak. Beberapa faktor risiko lain misalnya :
– Suara yang keras.
– Parathyroid neuroma yang merupakan tumor jinak di tiroid.
– Paparan radiasi tingkat rendah selama masa kanak-kanak.
– Hilangnya pendengaran hanya pada satu sisi.
– Mendengar suara dari dalam telinga atau ton

GEJALA ACOUSTIC NEUROMA

Neuroma yang masih berukuran kecil biasanya jarang memunculkan gejala. Gejala baru muncul hanya ketika tumor sudah berukuran sangat besar dan menekan saraf disekitarnya. Salah satu dari gejala umumnya adalah hilangnya pendengaran secara bertahap pada salah satu telinga. Hilangnya pendengaran biasanya berlangsung sangat perlahan seiring waktu, tapi bisa juga tiba-tiba.

Vertigo, pusing tujuh keliling dan rasa dengin di telinga sangat umum terjadi. Tumor ini juga bisa menyebabkan kebas di wajah, rasa lemah dan masalah dengan keseimbangan.

Gejala lain yang jarang terjadi seperti:
– Sakit kepala.
– Masalah penglihatan.
– Kesulitan memahami pembicaraan.
– Kebas di wajah atau di telinga.
– Kelelahan.

Neuroma yang telah membesar kemungkinan memunculkan gejala:
– Sakit kepala terus menerus.
– Penglihatan kabur atau ganda.
– Rasa kebas, nyeri dan lemah pada salah satu bagian wajah.
– Masalah dengan keseimbangan tubuh (ataxia) atau salah satu bagian tubuh.
– Suara yang kasar dan kesulitan menelan.

DIAGNOSTIK ACOUSTIC NEUROMA

Jika Anda mengalami kehilangan pendengaran atau gejala neurologis lain, sangat penting untuk terus mencatat perkembangannya. Ini bisa membantu dokter Anda untuk mendiagnosa masalah Anda.

Dokter akan mencari riwayat medis Anda dari gejala-gejala tersebut. Jika Anda mengidap neuroma, Anda mungkin akan membutuhkan uji pendengaran. Anda mungkin membutuhkan pengujian yang lain, misalnya:

– Tes respons pendengaran batang otak dapat memeriksa fungsi neurologis dan pendengaran.
– Electronystagmography mendeteksi perubahan pergerakan mata yang mungkin disebabkan oleh masalah telinga bagian dalam.
– MRI dan CT scan dapat memberi dokter Anda gambaran bagian dalam kepala Anda.

PENANGANAN ACOUSTIC NEUROMA

Usia, kondisi kesehatan secara umum, ukuran tumor sangat berpengaruh pada pilihan tindakan medis yang akan dilakukan. Meski penanganan medis sebenarnya tak selalu dibutuhkan.

Jika acoustic neuroma Anda masih kecil dokter mungkin hanya akan memantau perkembangannya dengan MRI reguler. Di lain pihak, kurangnya penanganan yang baik kadang bisa berujung pada munculnya cairan di otak. Kondisi yang bisa mengancam jiwa ini disebut hydrocephalus.

Saat masih berukuran kecil, dokter bisa mencoba untuk menahan pertumbuhan tumor itu. Salah satu caranya dengan stereotactic radiosurgery. Dalam prosedur ini, radiasi dalam kadar yang kecil diarahkan ke area tertantu di kepala pasien. Tindakan ini sangat tidak invasive dan sangat perlahan dilakukan. Menyingkirkan tumor bisa berlangsung berbulan-bulan bahkan dalam hitungan.

Untuk alasan itu, prosedur itu biasanya hanya akan dilakukan pada tumor yang berukuran kecil. Tindakan ini juga bisa dilakukan saat sangat berisiko melakukan pembedahan biasa.

Pembedahan mungkin perlu dilakukan jika tumor sangat besar dan tumbuh dengan cepat. Anda mungkin juga perlu pembedahan jika tumor tumbuh dan bergerak mendekati bagian-bagian penting dari otak. Selama pembedahan, tumor diangkat melalui tengkorak dan bisa melalui telinga juga. Masa pemulihan bisa berlangsung selama beberapa hari atau beberapa minggu.

Pembedahan ini bisa memunculkan komplikasi dan risiko. Misalnya :
– Kehilangan pendengaran secara komplet.
– Melemahnya otot wajah.
– Denging di telinga
– Cairan cerebrofinal merembes dari tempat terjadinya sayatan.
– Masalah dengan keseimbangan.
– Sakit kepala terus menerus.

Bahkan setelah penanganan medis, gejala seperti hilangnya pendengaran atau berdenging (tinnitus) bisa tetap muncul. Kemungkinan ini akan menganggu aktivitas dan komunikasi Anda. Untuk kondisi ini Anda mungkin membutuhkan tindakan tambahan.

Sangat penting untuk bicara dengan dokter begitu Anda mulai mengalami gejala neuroma. Ini harus dilakukan sebelum Anda benar-benar kehilangan pendengaran, begitu hilang maka pendengaran tak akan kembali selamanya. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jl. Warung Jati Barat No. 34, RT007/005, Kalibata, Jakarta 12760

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

Book Online

Appointment Now