Rahang Bunyi 7 Hal yang Menyebabkan

JAKARTA — Apakah Anda bisa mendengar rahang bunyi klik-klik saat Anda makan? Terbangun di pagi hari dengan rahang terasa sakit? Atau Anda merasa tidak bisa membuka mulut dengan semestinya. Apa yang mesti Anda lakukan. Segera hubungi dokter ahli kami di Klinik Arfa Nyeri Wajah di lantai 2 RS Meilia, Cibubur.

Para dokter ahli kami yang bertahun-tahun kompeten di bidangnya akan segera membantu Anda dengan dukungan teknologi terdepan. Menurut para ahli bisa jadi ada 101 alasan mengapa rahang bunyi dan bisa terasa nyeri.

Salah satunya, saat memasuki usia 50 tahun respon tubuh seseorang untuk menyembuhkan diri sendiri semakin melambat. “Lalu bagian-bagian tubuh tertentu akan jadi lebih peka terhadap rasa nyeri dan peradangan,” kata Anthony Iacopino, ahli kesehatan mulut geriatri (kesehatan manula) dari American Dental Association.

Jadi bisa jadi sebenarnya masalah kesehatan sudah ada sebelumnya. Namun sifatnya dorman dan baru muncul saat usia lanjut. Terutama pada mereka yang sebelumnya terbiasa dengan makanan yang keras, lama dikunyak dan punya riwayat suka menggeretakkkan gigi atau punya pengalaman cedera whiplash (cedera karena kejutan) beberapa tahun sebelumnya.

Bisa juga nyeri dan rahang bunyi yang terjadi karena penyakit gusi atau gigi berlubang. Berikut beberapa penyebab rahang nyeri dan berbunyi:

1. Kelainan Temporomandibular Joint (TMJ)

Temporomandibular joint (TMJ) atau sendi temporomandibular adalah sendi yang menghubungkan rahang bawah dengan tengkorak. Sendi inilah yang memungkinkan mulut Anda membuka dan menutup. Rahang atas sendiri tidak benar-benar bergerak sebenarnya.

Kerusakan atau cedera pada TMJ bisa mengakibatkan kelainan yang mempengaruhi rahang, wajah dan area leher.

Orang kadang menghubungkan masalah rahang bunyi dan nyeri dengan kelainan TMJ, padahal secara teknis TMJ adalah masalah sendi. Gejala paling khas adalah kejang pada otot rahang, sakit kepala, nyeri leher, sakit gigi atau rahang atau gigi, kesulitan mengunyah atau membuka mulut.

2. Myofascial Pain Syndrome (MPS)

Gejala dari sindroma nyeri myofascial pain atau Myofascial Pain Syndrome (MPS) adalah nyeri kronis yang berasal dari otot atau pelindungnya yang mengelilinginya otot (fascia). Nyeri myofascial biasanya terpusat di bagian tengah rahang.

Tiga gejala utama sindroma myofascial adalah nyeri wajah, terbatasnya fungsi rahang, bunyi klik saat membuka rahang. Faktor risiko yang terkait dengan kondisi ini adalah : arthritis, postur yang buruk, cedera berulang, intinya tak ada sebab khusus.

Selain dengan tindakan medis yang sesuai, pasien juga diminta menjalani teknik perilaku seperti misalnya memperbaiki postur, pengobatan dan pemijatan wajah. Injeksi beberapa jenis obat seperti botulinum toksin bisa bermanfaat dibawah pengawasan dokter. Dalam kasus yang parah, pembedahan bisa jadi solusi.

3. Mengertakkan gigi (bruxism) Rahang Bunyi

Tanda dan gejala : gigi jadi pendek dan permukaannya rata. Biasanya terjadi selama pasien tidur. Pengidap mungkin akan merasakan sakit kepala yang tak tajam atau rahang yang nyeri, terutama saat sedang terjaga.

Faktor risiko terkait: stres dan gigi yang patah atau hilang. Dokter gigi bisa memberikan alat proteksi untuk gigi yang digunakan saat tertidur. Tapi Anda mungkin perlu bicara dengan psikiater tentang stres Anda. Bagaimana mengatasinya mungkin melalui latihan meditasi, olah raga, terapi fisik, atau mungkin obat-obatan anti-kecemasan dan anti-depresan.

4. Malocclusion

Malocclusion atau cara menggigit yang salah, biasanya ditandai dengan kesulitan atai nyeri yang tumpul saat mengunyah atau bicara. Faktor risiko meliputi : trauma, keturunan, kebiasaan mengisap jempol, masalah pada gigi bungsu, gigi yang hilang yang menyebabkan gigi yang lain bergerak.

Dokter gigi bisa meresepkan pembuatan ‘mahkota’ untuk gigi sehingga tidak mempengaruhi terlalu besar. Anda mungkin juga membutuhkan braces atau kawat gigi dan beberapa tindakanuntuk rahang Anda.

Lalu, apa yang bisa dilakukan untuk rasa nyeri wajahnya. Jika penyebabnya adalah kelainan TMJ, maka yang perlu dilakukan adalah:

-Penggunaan obat penghilang rasa nyeri yang dijual bebas seperti acetaminofen atau ibuprofen. Meski mungkin efeknya sementara, namun cukup efektif untuk meredakan sehingga Anda bisa berpikir jernih untuk tindakan selanjutnya.

-Pemijatan secara perlahan dua sisi wajah, pipi dan arena rahang.
-Kompres dingin di area rahang untuk meredakan nyeri .
-Latihan gerakan untuk leher.
-Cukup konsumsi magnesium.
-Jika bukan karena kelainan TM, bisa jadi keluhan nyeri wajah adalah bisa jadi adalah sesuatu yang lebih serius.

5. Kanker rahang

Gejalanya bisa muncul di rahang atas atau bawah dan bisa menyebar keke seluruh tubuh. Perhatikan rasa kebas di rahang bunyi yang terus menerus ada, benjolan atau pertumbuhan tak normal di seluruh rahang atau di dalam mulut. Faktor risiko kanker rahang mulai dari kecanduan rokok hingga riwayat keluarga pengidap kanker.

Dokter mungkin akan melakukan biopsi dan tes diagnostik lainnya. Tindakan akan disesuaikan dengan tahapan kanker bisa pembedahan, radiasi atau kemoterapi.

6. Tetanus

Infeksi bakteri seperti tetanus bisa menyebabkan kondisi yang disebut rahang terkunci. Rahang jadi sulit dibuka, sulit menela dan otot rahang mengalami kejang. Faktor risiko: masuknya bakteri Clostridium tetani melalui luka terbuka. Begitu bakteri masuk maka akan memproduksi toksin atau racun yang menyebar keseluruh tubuh. Anda harus mendapatkan vaksinasi untuk mencegahnya.

7. Patah rahang

Seperti dikutip dari laman consicerable, rahang yang patah ditandai dengan kesulitan bernapas, pendarahan di mulut, bentuk dan keseimbangan rahang yang tiba-tiba berubah dan kesulitan untuk menggerakkan rahang. Faktor risiko: cedera whiplash atau trauma di rahang. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jl. Warung Jati Barat No. 34, RT007/005, Kalibata, Jakarta 12760

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

Book Online

Appointment Now